Demonstran Pro-Palestina Guncang Konvensi Partai Demokrat AS, Terobos Pagar Pengaman

Selasa, 20 Agustus 2024 - 20:31 WIB
loading...
Demonstran Pro-Palestina...
Demonstran menuju lokasi Konvensi Partai Demokrat di Chicago, AS. Foto/AP
A A A
WASHINGTON - Demonstran pro-Palestina merobohkan sebagian pagar pengaman logam di luar Konvensi Nasional Demokrat (DNC) di Chicago, tempat Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dijadwalkan berpidato pada Senin malam (19/8/2024).

Para petinggi Demokrat telah berkumpul di Illinois untuk acara empat hari tersebut, yang akan berpuncak pada pencalonan resmi Wakil Presiden Kamala Harris sebagai kandidat partai dalam pemilu presiden 2024.

Para demonstran berbaris di Union Center di Chicago, menuntut agar Biden menghentikan bantuan militer ke Israel dan menekan pemerintah Israel mengakhiri perang melawan Hamas di Gaza.



Mereka menerobos pagar di sisi utara Union Center dan meneriaki petugas polisi yang menghalangi jalan mereka.

Video dari tempat kejadian menunjukkan para aktivis merobohkan sebagian pagar dan berhadapan dengan petugas yang mencoba menghentikan mereka. Beberapa orang telah ditahan.

Aktivis pro-Palestina telah menggelar protes di seluruh AS sejak perang genosida Israel di Gaza pecah pada Oktober 2023. Mereka berulang kali mencemooh para politisi Amerika yang selalu membela rezim Zionis.

Biden mengakhiri kampanye presidennya bulan lalu, menyusul tekanan dari sesama Demokrat dan donatur partai yang khawatir kesehatannya yang menurun akan merusak peluangnya mengalahkan kandidat Republik Donald Trump pada November. Biden sejak itu mendukung Harris sebagai penggantinya.



Para pengunjuk rasa memegang tanda bertuliskan, "Bukan Bom Lagi" yang merujuk pada melonjaknya jumlah korban sipil dalam perang Israel melawan Hamas di Gaza. Demonstrasi pro-Palestina mendominasi pemandangan.

Sekitar 270 organisasi dari seluruh AS dikatakan telah bergabung dengan Koalisi untuk Berbaris pada konvensi Demokrat 2024 untuk mendukung seruan diakhirinya dukungan AS terhadap perang Israel di Gaza dan dalam membela hak-hak Palestina.

Para pengunjuk rasa menyalahkan pemerintahan Demokrat saat ini di Gedung Putih atas bencana di Gaza.

Demonstran mengungkapkan kekhawatiran mereka jika Kamala Harris memenangkan pemilu pada bulan November, dia akan meneruskan kebijakan "membela Israel apa pun yang terjadi," menurut media yang meliput demonstrasi tersebut.

“Pada satu titik, para pengunjuk rasa sempat menerobos perimeter keamanan di sekitar United Center, tetapi situasi segera terkendali,” ungkap juru bicara Departemen Kepolisian Chicago kepada Sputnik.

Israel memperoleh lebih dari 70% persenjataannya dari pemasok terbesarnya, AS, menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm.

Sementara itu, sejak gensoida Israel di Gaza meningkat Oktober lalu, lebih dari 40.000 orang telah tewas di Jalur Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sebagaimana dilaporkan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.

Mengenai peristiwa sebenarnya di hari pertama DNC, hal-hal penting yang dapat diambil adalah Joe Biden yang menangis, yang "menyerahkan tongkat estafet" kepada Kamala Harris (yang akan secara resmi menerima pencalonan presiden pada hari Kamis, hari terakhir konvensi).

Biden mengklaim demokrasi dipertaruhkan dalam pemilu November, dan mendesak para pemilih menolak Trump, menyebutnya sebagai "pecundang."

Foto-foto sejumlah besar kursi kosong yang mendominasi arena tempat DNC yang dirancang untuk menampung 23.500 orang dengan cepat menyebar di media sosial, dengan beberapa orang menyindir di kolom komentar, "Ini bukan jumlah pemilih dari partai yang dapat menang."

Baca juga: Para Sahabat dan Ajudan Ismail Haniyeh Tewas Dibom Israel di Kamp Al-Shati Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan...
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan Sampah Harus Diubah dari Mengelola kepada Mencegah
Musim Liburan Sekolah,...
Musim Liburan Sekolah, 418.000 Pemudik Nikmati Diskon Penyeberangan ASDP
Berita Terkini
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved