Pejabat Inggris Mundur, Protes Penjualan Senjata ke Israel: 'Ini Kejahatan Perang!'
Selasa, 20 Agustus 2024 - 07:54 WIB
loading...
A
A
A
"Anggota senior pemerintah dan militer Israel telah menyatakan niat genosida secara terbuka, tentara Israel merekam video dengan sengaja membakar, menghancurkan, dan menjarah properti sipil," tulisnya.
"Seluruh jalan dan universitas telah dihancurkan, bantuan kemanusiaan diblokir, dan warga sipil secara teratur tidak memiliki tempat yang aman untuk melarikan diri. Ambulans Bulan Sabit Merah telah diserang, sekolah dan rumah sakit secara teratur menjadi sasaran. Ini adalah Kejahatan Perang," lanjut dia, seperti dikutip AFP, Selasa (20/8/2024).
"Tidak ada pembenaran atas penjualan senjata Inggris yang terus berlanjut ke Israel," imbuh dia.
Sumber yang dekat dengan Smith mengatakan bahwa email-nya terbatas pada alamat internal pemerintah dan dia tidak mengundurkan diri secara terbuka.
Sejak berita pengunduran dirinya mencuat ke publik, Smith telah mengeluarkan pernyataan yang menyerukan kepada pemerintah untuk "mendengarkan kekhawatiran" para pegawai negeri, seraya menambahkan bahwa dia sebelumnya adalah penulis utama penilaian pusat yang mengatur legalitas penjualan senjata Inggris di Direktorat Timur Tengah dan Afrika Utara.
"Tugas saya adalah mengumpulkan semua informasi yang relevan mengenai korban sipil, kepatuhan hukum internasional, serta menilai komitmen dan kemampuan negara-negara yang bersangkutan," kata Smith.
"Untuk mengekspor senjata ke negara mana pun, Inggris harus yakin bahwa negara penerima memiliki prosedur yang kuat untuk menghindari korban sipil dan meminimalkan bahaya bagi kehidupan warga sipil. Tidak mungkin untuk membantah bahwa Israel melakukan itu," paparnya.
"Seluruh jalan dan universitas telah dihancurkan, bantuan kemanusiaan diblokir, dan warga sipil secara teratur tidak memiliki tempat yang aman untuk melarikan diri. Ambulans Bulan Sabit Merah telah diserang, sekolah dan rumah sakit secara teratur menjadi sasaran. Ini adalah Kejahatan Perang," lanjut dia, seperti dikutip AFP, Selasa (20/8/2024).
"Tidak ada pembenaran atas penjualan senjata Inggris yang terus berlanjut ke Israel," imbuh dia.
Sumber yang dekat dengan Smith mengatakan bahwa email-nya terbatas pada alamat internal pemerintah dan dia tidak mengundurkan diri secara terbuka.
Sejak berita pengunduran dirinya mencuat ke publik, Smith telah mengeluarkan pernyataan yang menyerukan kepada pemerintah untuk "mendengarkan kekhawatiran" para pegawai negeri, seraya menambahkan bahwa dia sebelumnya adalah penulis utama penilaian pusat yang mengatur legalitas penjualan senjata Inggris di Direktorat Timur Tengah dan Afrika Utara.
"Tugas saya adalah mengumpulkan semua informasi yang relevan mengenai korban sipil, kepatuhan hukum internasional, serta menilai komitmen dan kemampuan negara-negara yang bersangkutan," kata Smith.
"Untuk mengekspor senjata ke negara mana pun, Inggris harus yakin bahwa negara penerima memiliki prosedur yang kuat untuk menghindari korban sipil dan meminimalkan bahaya bagi kehidupan warga sipil. Tidak mungkin untuk membantah bahwa Israel melakukan itu," paparnya.
Lihat Juga :