alexametrics

Iran Puji Keputusan Trump Pecat John Bolton

loading...
Iran Puji Keputusan Trump Pecat John Bolton
Juru bicara pemerintah Iran, Ali Rabiei sebut Teheran sambut baik keputusan Presiden AS, Donald Trump memecat Penasihat Keamanan Nasional, John Bolton. Foto/Reuters
A+ A-
TEHERAN - Juru bicara pemerintah Iran, Ali Rabiei menyatakan Teheran menyambut baik keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memecat Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton. Rabiei menyebut Bolton sebagai penggila perang.

Melalui akun Twitternya, Rabiei mengatakan, dengan menyingkirkan pendukung perang dan sanksi terbesar terhadap Iran, akan membantu Washington lebih memahami Teheran.

"Beberapa bulan lalu John Bolton telah berjanji bahwa Iran tidak akan ada lagi dalam 3 bulan, kita masih berdiri dan dia pergi. Dengan mengusir pendukung terbesar perang dan terorisme ekonomi, Gedung Putih akan memiliki lebih sedikit hambatan untuk memahami realitas Iran," ucap Rabiei, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (11/9).



Sebelumnya diwartakan, semalam Bolton mengundurkan diri sebagai Penasihat Nasional AS atas permintaan Trump. Pengunduran diri ini terjadi di tengah perbedaan pendapat antara dirinya dengan pemerintah.

Trump mengatakan, ia dan yang lainnya dalam pemerintahan banyak tidak setuju dengan saran dari Bolton. "Saya memberi tahu John Bolton tadi malam, bahwa layanannya tidak lagi diperlukan di Gedung Putih," ungkap Trump.

“Saya sangat tidak setuju dengan banyak sarannya, seperti yang dilakukan orang lain di Pemerintahan, dan karena itu saya meminta John untuk mengundurkan diri, yang diberikan kepada saya pagi ini. Saya berterima kasih banyak kepada John atas layanannya,” sambungnya.

Bolton adalah Penasihat Keamanan Nasional AS ketiga yang lengser dalam empat tahun masa pemerintahan Trump. Penasihat Keamanan Nasional AS pertama pemerintahan Trump adalah Michael Flynn. Ia mengundurkan diri dari jabatan tersebut di tengah kontroversi terkait komunikasinya dengan Rusia pada masa kampanye.

Trump kemudian menunjuk HR. McMaster. McMaster pun hanya bertahan lebih kurang 13 bulan di kursinya. Trump memecatnya karena dinilai kurang fleksibel dan briefing yang tidak perlu. Ia pun kerap terlibat perdebatan dengan Trump.

Trump kemudian menunjuk Bolton sebagai suksesor McMaster. Penunjukkan Bolton ini mengejutkan sejumlah pihak. Pasalnya, Bolton dinilai dapat menghancurkan kesepakatan nuklir Iran dan memicu ketegangan dengan Rusia.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak