5 Fakta Konvensi Partai Demokrat AS, Salah Satunya Seremonial Pencapresan Kamala Harris
Rabu, 21 Agustus 2024 - 19:10 WIB
loading...
Konvensi Partai Demokrat AS hanya jadi ajang seremonial semata. Foto/AP
A
A
A
WASHINGTON - Sudah hampir dua minggu sejak Wakil Presiden Kamala Harris secara resmi memenangkan nominasi presiden dari Partai Demokrat dalam pemungutan suara daring, pertama kalinya seorang calon ditunjuk sebelum konvensi partai.
Namun, sekitar 4.700 delegasi yang ditugaskan untuk memilih calon untuk memimpin tiket melakukannya dari berbagai lokasi di seluruh dunia melalui laptop dan perangkat mereka dalam isolasi relatif satu sama lain. Tidak ada kemegahan dan kemeriahan yang biasanya menyertai pemilihan calon presiden partai. Dengan kata lain, acaranya tidak terlalu menyenangkan.
Para pemimpin partai Demokrat berharap untuk menebusnya dengan mengadakan pemungutan suara seremonial di Konvensi Nasional Demokrat, yang dimulai hari Senin di Chicago. Di antara agenda utama adalah apa yang pada dasarnya merupakan pementasan ulang pemungutan suara nominasi presiden resmi dari awal Agustus, yang mencerminkan pemungutan suara yang terkadang meriah dan terkadang riuh yang telah menjadi pokok dari konvensi partai secara langsung selama hampir 200 tahun.
Komite Nasional Demokrat menyebutnya sebagai "Pemanggilan Nama untuk Perayaan" dan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa acara tersebut akan memberi para delegasi kesempatan untuk "merayakan nominasi" Harris, yang merupakan wanita kulit berwarna pertama yang memimpin tiket presiden partai besar.
![5 Fakta Konvensi Partai Demokrat AS, Salah Satunya Seremonial Pencapresan Kamala Harris]()
Foto/AP
Melansir AP, para delegasi akan berkumpul di lantai konvensi pada hari Selasa untuk memberikan suara simbolis mereka. Ini adalah konvensi Demokrat ketiga berturut-turut ketika pemungutan suara dilakukan pada hari Selasa dan pemungutan suara tatap muka pertama sejak 2016.
Selama beberapa dekade, Demokrat mengadakan pemungutan suara pada hari Rabu, hari kedua hingga terakhir konvensi.
![5 Fakta Konvensi Partai Demokrat AS, Salah Satunya Seremonial Pencapresan Kamala Harris]()
Foto/AP
Sudah lebih dari 40 tahun sejak ada pertanyaan tentang siapa calon yang akan maju ke pemungutan suara konvensi. Sejak saat itu, satu kandidat selalu muncul di setiap partai sebagai calon yang dianggap sah jauh sebelum konvensi, sehingga pemungutan suara itu sendiri sudah dapat dipastikan.
Namun, sekitar 4.700 delegasi yang ditugaskan untuk memilih calon untuk memimpin tiket melakukannya dari berbagai lokasi di seluruh dunia melalui laptop dan perangkat mereka dalam isolasi relatif satu sama lain. Tidak ada kemegahan dan kemeriahan yang biasanya menyertai pemilihan calon presiden partai. Dengan kata lain, acaranya tidak terlalu menyenangkan.
Para pemimpin partai Demokrat berharap untuk menebusnya dengan mengadakan pemungutan suara seremonial di Konvensi Nasional Demokrat, yang dimulai hari Senin di Chicago. Di antara agenda utama adalah apa yang pada dasarnya merupakan pementasan ulang pemungutan suara nominasi presiden resmi dari awal Agustus, yang mencerminkan pemungutan suara yang terkadang meriah dan terkadang riuh yang telah menjadi pokok dari konvensi partai secara langsung selama hampir 200 tahun.
Komite Nasional Demokrat menyebutnya sebagai "Pemanggilan Nama untuk Perayaan" dan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa acara tersebut akan memberi para delegasi kesempatan untuk "merayakan nominasi" Harris, yang merupakan wanita kulit berwarna pertama yang memimpin tiket presiden partai besar.
5 Fakta Konvensi Partai Demokrat AS, Salah Satunya Seremonial Pencapresan Kamala Harris
1. Delegasi Memberikan Suara

Foto/AP
Melansir AP, para delegasi akan berkumpul di lantai konvensi pada hari Selasa untuk memberikan suara simbolis mereka. Ini adalah konvensi Demokrat ketiga berturut-turut ketika pemungutan suara dilakukan pada hari Selasa dan pemungutan suara tatap muka pertama sejak 2016.
Selama beberapa dekade, Demokrat mengadakan pemungutan suara pada hari Rabu, hari kedua hingga terakhir konvensi.
2. Tidak Ada Perlawanan

Foto/AP
Sudah lebih dari 40 tahun sejak ada pertanyaan tentang siapa calon yang akan maju ke pemungutan suara konvensi. Sejak saat itu, satu kandidat selalu muncul di setiap partai sebagai calon yang dianggap sah jauh sebelum konvensi, sehingga pemungutan suara itu sendiri sudah dapat dipastikan.
Lihat Juga :