Kapal Induk Bobrok Ini Terbakar di China

Senin, 19 Agustus 2024 - 07:38 WIB
loading...
Kapal Induk Bobrok Ini...
Minsk, kapal induk bobrok buatan Soviet, terbakar di China. Foto/South China Morning Post via Weibo
A A A
NANTONG - Sebuah kapal induk bobrok buatan Soviet dilanda kebakaran di China.

Kapal bernama Minsk itu terbakar sejak Jumat malam pekan lalu selama proses pembongkaran dan renovasi di Nantong, Jiangsu.

"Tidak ada korban yang dilaporkan dan penyebab kecelakaan sedang diselidiki," kata otoritas pemadam kabakaran Nantong, seperti dikutip dari South China Morning Post, Senin (19/8/2024).

Tidak disebutkan apakah api telah padam atau berapa banyak kerusakan yang terjadi.

Api di dek kapal induk Minsk masih berkobar pada Jumat malam dan bangunan atas kapal induk sebagian runtuh pada Sabtu pagi, menurut gambar yang diunggah online.

Baca Juga: AIM-174B, Rudal Canggih Bisa Lindungi Kapal Induk AS Sekaligus Serang China

Kapal induk Minsk merupakan bagian dari armada Angkatan Laut Soviet dan kemudian Rusia dari tahun 1978 hingga 1994.

Moskow menjualnya ke sebuah perusahaan Korea Selatan pada tahun 1995, yang tiga tahun kemudian memperdagangkannya ke sebuah perusahaan investasi swasta China di tengah krisis keuangan Asia.

Kapal tersebut berlabuh di kota Shenzhen di China selatan dan menjadi pusat perhatian sebuah taman hiburan bernama Minsk World dari tahun 2000 hingga tempat wisata tersebut ditutup dan kapal tersebut dipindahkan ke Nantong delapan tahun lalu.

Kepemilikan kapal Minsk telah berpindah tangan beberapa kali di China, pertama ke raksasa keuangan milik negara Citic pada tahun 2006, kemudian ke perusahaan swasta lain di Shenzhen pada tahun 2010 dan akhirnya ke pengembang yang berkantor pusat di Dalian, Yongjia Group, pada tahun 2013.

Yongjia telah berencana untuk meluncurkan sebuah taman hiburan berdasarkan kapal induk sepanjang 273 meter (895 kaki) di Nantong pada tahun 2017, dengan total perkiraan investasi sekitar 10 miliar yuan (USD1,4 miliar). Namun, para investor mengatakan prosedur persetujuan memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan, dan rencana tersebut tidak membuahkan hasil.

Sementara itu, Yongjia masuk daftar hitam oleh pengadilan China pada tahun 2020 karena catatan kreditnya yang buruk.

Pada awal tahun ini, zona industri Nantong mengatakan akan memulai renovasi kapal tersebut pada bulan Maret dengan tujuan membuka pusat pertahanan nasional yang berbasis di kapal induk tersebut pada 1 Oktober.

Minsk hanyalah salah satu dari sejumlah kapal induk yang dinonaktifkan yang dibeli China dari negara lain.

Pada tahun 1998, tahun yang sama ketika Minsk dijual ke China, seorang pengusaha yang berkantor pusat di Hong Kong yang bertindak sebagai wakil Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) membeli kapal induk generasi ketiga Soviet Varyag dari Ukraina.

Kapal itu kemudian diadaptasi menjadi Liaoning, kapal induk pertama China.

Pada tahun 2000, China membeli Kiev, kapal yang sekelas dengan Minsk dan sekarang berlabuh di kota Tianjin di China utara sebagai taman hiburan.

Meskipun sebagian besar peralatannya telah disingkirkan saat dijual ke China, Minsk masih dianggap memiliki arti penting bagi militer.

Setelah tiba di Shenzhen, personel militer China mengunjungi bagian dalam kapal induk beberapa kali untuk memeriksa kapal secara terperinci.

Minsk juga terbakar pada tahun 1999 saat sedang diperbaiki di Guangzhou, yang mengakibatkan beberapa kerusakan kecil, menurut laporan media China pada tahun itu.

Dua pekerja layanan teknis yang dituduh menyebabkan kebakaran itu ditahan selama tujuh hari.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Menlu Iran kepada AS:...
Menlu Iran kepada AS: Pergi dari Wilayah Kami jika Anda Ingin Selamat!
Rekomendasi
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
5 Artis Indonesia yang...
5 Artis Indonesia yang Bermasalah Soal Hak Asuh Anak usai Bercerai
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Berita Terkini
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved