Ribuan Aktivis Pro-Palestina Guncang Konvensi Partai Demokrat, Mengapa?

Minggu, 18 Agustus 2024 - 17:45 WIB
loading...
A A A
Kemudian, kota tersebut setuju untuk mengizinkan demonstrasi di taman dan rute pawai yang lebih dekat ke United Center. Seorang hakim federal baru-baru ini menyetujui rute sekitar 1 mil (1,6 kilometer) bagi kelompok tersebut.

Juru bicara Koalisi untuk Berbaris di DNC Hatem Abudayyeh mengatakan kelompok tersebut senang karena mereka memenangkan hak untuk berunjuk rasa lebih dekat ke konvensi, tetapi ia yakin pawai sejauh 2 mil (3 kilometer) yang mereka inginkan akan lebih aman untuk kerumunan yang lebih besar. Kelompok tersebut menyewa bus untuk para aktivis dari sekitar setengah lusin negara bagian.

"Kami akan terus maju, dengan kecepatan penuh," katanya.

Kota ini telah menetapkan sebuah taman sekitar satu blok dari United Center untuk panggung pembicara. Mereka yang mendaftar akan mendapatkan waktu 45 menit.

Baca Juga: Survei Membuktikan Kamala Harris Kalahkan Donald Trump di Negara-negara Bagian Utama

4. Kelompok Pro-Keadilan Sosial Juga Ikut Beraksi

Ribuan Aktivis Pro-Palestina Guncang Konvensi Partai Demokrat, Mengapa?

Foto/AP

Poor People’s Army yang berbasis di Philadelphia, yang mengadvokasi keadilan ekonomi, berencana untuk mendirikan stan di Humboldt Park di Sisi Barat Laut kota dan akan menyelenggarakan acara dengan kandidat pihak ketiga Jill Stein dan Cornel West, ditambah pawai sejauh 3 mil (5 kilometer) pada hari Senin ke United Center.

Beberapa anggota kelompok telah menghabiskan beberapa minggu terakhir dengan berbaris sejauh lebih dari 80 mil (130 kilometer) dari Milwaukee, tempat mereka berunjuk rasa selama konvensi Partai Republik.

"Orang miskin dan tunawisma dianiaya, dengan tenda dan perkemahan dihancurkan dan dibuldoser, dari San Francisco ke Philadelphia hingga Gaza dan Tepi Barat," kata juru bicara Cheri Honkala dalam sebuah pernyataan saat kelompok tersebut mencapai Illinois. "Pelanggaran hak asasi manusia yang dapat dicegah ini dilakukan oleh para pemimpin Demokrat dan Republik."

5. Aktivisi Skeptis terhadap Kamala Harris

Ribuan Aktivis Pro-Palestina Guncang Konvensi Partai Demokrat, Mengapa?

Foto/AP

Banyak aktivis percaya tidak banyak yang akan berubah karena Harris adalah bagian dari pemerintahan Biden.

“Tuntutan tidak berubah. Saya tidak melihat adanya perubahan kebijakan,” kata Erica Bentley, seorang aktivis dari Mamas Activating Movements for Abolition and Solidarity. “Jika Anda akan berada di sini, Anda harus mendengarkan apa yang penting bagi kami.”

Demonstran pro-Palestina di Chicago terlihat jelas, menutup jalan menuju bandara dan melakukan aksi duduk di kantor kongres. Beberapa merencanakan konvensi satu hari mereka sendiri pada hari Minggu dengan kandidat pihak ketiga.

“Terlepas dari siapa pun calonnya, kami berbaris melawan Demokrat dan kebijakan kejam mereka yang telah memungkinkan Israel membunuh lebih dari 40.000 warga Palestina di Gaza,” kata Fayaani Aboma Mijana, seorang organisator dari Chicago Alliance Against Racist.

6. Aktivis Sayap Kanan Tidak Berunjuk Rasa

Ribuan Aktivis Pro-Palestina Guncang Konvensi Partai Demokrat, Mengapa?

Foto/AP
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Harga Emas Antam Anjlok...
Harga Emas Antam Anjlok Parah di Hari Jumat, Turun Tajam hingga Rp35 Ribu/Gram
Jon Bon Jovi Mendadak...
Jon Bon Jovi Mendadak Hentikan Konser, Ternyata Ini Penyebabnya!
Ditransfer Ruben Onsu...
Ditransfer Ruben Onsu Rp75 Juta, Sarwendah Dikabarkan Protes
Berita Terkini
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved