Wabah Monkeypox Dinyatakan sebagai Darurat Kesehatan Global, Menyebar di 13 Negara

Kamis, 15 Agustus 2024 - 08:28 WIB
loading...
A A A
Pada 2022, WHO menyatakan mpox sebagai keadaan darurat global setelah menyebar ke lebih dari 70 negara yang sebelumnya tidak melaporkan mpox, sebagian besar memengaruhi pria gay dan biseksual. Dalam wabah itu, kurang dari 1% orang meninggal.

Michael Marks, seorang profesor kedokteran di London School of Hygiene and Tropical Medicine, mengatakan bahwa menyatakan wabah mpox terbaru di Afrika ini sebagai keadaan darurat diperlukan jika itu dapat menghasilkan lebih banyak dukungan untuk menahannya.

“Ini adalah kegagalan komunitas global bahwa keadaan harus menjadi seburuk ini untuk melepaskan sumber daya yang dibutuhkan,” katanya.

Pejabat di CDC Afrika mengatakan hampir 70% kasus di Kongo terjadi pada anak-anak di bawah usia 15 tahun, yang juga menyebabkan 85% kematian.

Jacques Alonda, seorang ahli epidemiologi yang bekerja di Kongo dengan lembaga amal internasional, mengatakan bahwa ia dan para ahli lainnya sangat khawatir tentang penyebaran mpox di kamp-kamp pengungsi di wilayah timur negara itu yang dilanda konflik.

"Kasus terburuk yang pernah saya lihat adalah kasus bayi berusia enam minggu yang baru berusia dua minggu ketika ia tertular mpox," kata Alonda, seraya menambahkan bahwa bayi tersebut telah dirawat selama sebulan.

"Ia terinfeksi karena rumah sakit yang penuh sesak membuat ia dan ibunya terpaksa berbagi kamar dengan orang lain yang terjangkit virus tersebut, yang tidak terdiagnosis."

Save the Children mengatakan bahwa sistem kesehatan Kongo telah "runtuh" karena tekanan kekurangan gizi, campak, dan kolera.

Badan kesehatan PBB mengatakan mpox baru-baru ini diidentifikasi untuk pertama kalinya di empat negara Afrika Timur: Burundi, Kenya, Rwanda, dan Uganda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
WHO Peringatkan Skenario...
WHO Peringatkan Skenario Nuklir Terburuk di Iran, Rusia Kutuk Serangan Israel
BPOM dan WHO Perkuat...
BPOM dan WHO Perkuat Kolaborasi Pengawasan Obat dan Makanan
Bus Jatuh ke Jurang...
Bus Jatuh ke Jurang Tewaskan Setidaknya 40 Orang di Pakistan
AS Serang Iran Lagi,...
AS Serang Iran Lagi, Bandara Jadi Target
Rekomendasi
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Ini 12 Lokasi Digeledah...
Ini 12 Lokasi Digeledah Polisi Terkait Kasus Korupsi Batu Bara hingga Asabri
Antisipasi Badai PHK...
Antisipasi Badai PHK Massal, Legislator PDIP Desak Pembinaan Keterampilan bagi Buruh Terdampak
Berita Terkini
Jenderal Iran Incar...
Jenderal Iran Incar Trump dan Netanyahu, Balas Dendam untuk Khamenei
Trump Ketar-ketir Nyawanya...
Trump Ketar-ketir Nyawanya Terancam, Sebut Iran Berencana Membunuhnya
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Beruntun, Ledakan Terjadi di Mana-mana
Siapa Adnan Al Jumaili?...
Siapa Adnan Al Jumaili? Wakil Menteri Perminyakan Iran yang Simpan Uang Korupsi di Galon dan Ditimbun di Tanah
4 Makna Bendera Merah...
4 Makna Bendera Merah di Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Balas Dendam untuk Picu Perang Meluas
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved