Alasan Mohammad Javad Zarif Mundur dari Jabatan Wakil Presiden Iran

Rabu, 14 Agustus 2024 - 12:15 WIB
loading...
A A A
Pengamatan ini menggarisbawahi otonomi terbatas yang dimiliki Pezeshkian dalam membentuk pemerintahannya, dengan bayang-bayang Khamenei yang membayangi proses tersebut.

Kabinet Dikecam


Ketidakpuasan yang menyelimuti kabinet Pezeshkian sangat terasa. Kaum reformis khususnya kesal dengan tidak adanya perwakilan Sunni dan hanya memasukkan satu perempuan di antara menteri yang diusulkan.

Aktivis politik Ahmad Zeidabadi menunjukkan kabinet "memiliki dua atau tiga kelemahan mendasar," tetapi jika Pezeshkian yakin dia dapat bekerja dengan pilihan-pilihan ini, "tidak ada alasan bagi kita untuk lebih royalis daripada raja."

Aktivis pro-reformasi dan mantan anggota parlemen Parvaneh Salahshouri bahkan lebih langsung, menulis di X bahwa, "Dia gagal dalam ujian pertamanya kecuali dalam beberapa kasus."

Sentimen ini digaungkan aktivis reformis lainnya, yang telah memperingatkan Pezeshkian sebelum pengumuman kabinet bahwa pilihannya bermasalah.

Javad Emam, juru bicara Front Reformasi, mengkritik dominasi militer dan paramiliter yang terus berlanjut dalam politik Iran, mempertanyakan pentingnya mengadakan pemilihan umum jika hasilnya tetap tidak berubah.

"Pada akhirnya, Presiden bertanggung jawab atas kabinetnya, dan tidak ada pelobi atau figur yang memaksakan yang akan bertanggung jawab atas pemerintahan. Jadi, selagi masih ada waktu, pertimbangkan kembali," desak Emam kepada Pezeshkian.

Bahkan Shahram Dabiri, Wakil Parlemen Pezeshkian, mengakui pengaruh Khamenei dalam pembentukan kabinet, dengan menulis di X bahwa Pezeshkian telah dengan jelas menyatakan anggota kabinet akan dipilih dengan pendapat dan persetujuan Khamenei.

Analis politik Rouhollah Rahimpour menyimpulkan situasi tersebut dengan menyatakan Pezeshkian memulai pemerintahannya dengan tiga krisis utama: politik-keamanan, sosial, dan regional.

Tantangan yang dihadapi pemerintahan baru ini sangat besar, dan dengan kabinet yang tampaknya lebih banyak melakukan hal yang sama daripada menjadi pertanda perubahan, prospek reformasi yang berarti di Iran tampak semakin suram.

Baca juga: Houthi Buru 2 Kapal Tanker Misterius di Laut Merah, Menyerangnya 3 Kali Berturut-turut
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Lagi, Houthi Serang...
Lagi, Houthi Serang Kapal Tanker Saudi di Laut Merah
Rekomendasi
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
Peluang Besar, Sandiaga...
Peluang Besar, Sandiaga Uno Bidik Sektor Sertifikasi
IOC Tolak Investigasi...
IOC Tolak Investigasi Presiden FIFA atas Kontroversi Piala Dunia 2026
Berita Terkini
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved