Alasan Mohammad Javad Zarif Mundur dari Jabatan Wakil Presiden Iran

Rabu, 14 Agustus 2024 - 12:15 WIB
loading...
A A A
Kenyataannya, hanya dua menteri yang termasuk dalam kategori ini, yang menyebabkan kekecewaan luas di antara mereka yang mengharapkan pemerintahan yang lebih muda dan lebih dinamis.

Abbas Araghchi, yang diperkenalkan sebagai Menteri Luar Negeri, menjabat sebagai wakil Zarif selama masa kepresidenan Hassan Rouhani, memainkan peran kunci dalam negosiasi nuklir dengan Barat.

Sementara itu, Esmail Khatib, yang dicalonkan sebagai Menteri Intelijen, memiliki catatan negatif, termasuk ledakan di Kerman pada peringatan kematian mendiang Komandan IRGC Qasem Soleimani pada bulan Januari, yang mengakibatkan ratusan korban, serta pembunuhan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran.

Dimasukkannya tokoh-tokoh seperti Abdolnaser Hemmati, mantan kepala Bank Sentral dan kandidat presiden 2021, sebagai Menteri Ekonomi, semakin menggarisbawahi kurangnya darah baru di kabinet.

Menurut penyelidikan oleh Iran International, 11 menteri yang diusulkan Pezeshkian sebelumnya pernah bertugas di pemerintahan Raisi dan Rouhani.

Pendaurulangan tokoh politik ini menunjukkan kelanjutan dari kebijakan yang sama yang telah membawa Iran ke dalam kondisi krisis saat ini.

Alireza Kazemi, yang diusulkan sebagai Menteri Pendidikan, adalah pilihan kontroversial lainnya. Kazemi, saudara dari Kepala Intelijen IRGC, memiliki latar belakang dalam pengajaran seminari dan pengendalian narkoba, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang relevansinya dengan Kementerian Pendidikan.

Ketidakpuasan Kaum Reformis dan Pengaruh Khamenei


Kabinet yang diusulkan telah menuai kritik tajam dari kaum reformis, yang kecewa dengan masuknya beberapa menteri konservatif dari pemerintahan Raisi.

Rahmatollah Bigdeli, anggota Dewan Strategis Pemerintah, menunjukkan kementerian yang paling penting telah diserahkan kepada 'Prinsipalis,' yang menunjukkan konsolidasi kekuatan garis keras.

Aktivis politik Abdollah Ramezanzadeh mengkritik penunjukan Eskandar Momeni sebagai Menteri Dalam Negeri, dengan menyatakan, "Periode terburuk bagi Kementerian Dalam Negeri dalam 46 tahun terakhir adalah ketika personel militer yang bertanggung jawab."

Sentimen ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas tentang meningkatnya militerisasi pemerintah Iran.

Analis politik Reza Alijani menyoroti pengaruh luas Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei atas pemilihan para menteri, dengan mencatat Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Intelijen, dan Kementerian Luar Negeri semuanya merupakan titik kritis yang telah diamankan Khamenei bagi para loyalisnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
Bukan Sekadar Healing,...
Bukan Sekadar Healing, Ini Tren Wisata Psikologis yang Sedang Berkembang di Indonesia
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Berita Terkini
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved