Taiwan akan Dapatkan HIMARS Baru pada Akhir Tahun

Rabu, 14 Agustus 2024 - 11:30 WIB
loading...
Taiwan akan Dapatkan...
HIMARS meluncurkan roket. Foto/lockheed martin
A A A
TAIPEI - Gelombang pertama dari 11 peluncur roket HIMARS buatan Amerika Serikat (AS) dapat tiba di Taiwan pada akhir tahun 2024, demikian dilaporkan Taipei Times, mengutip sumber militer.

Pengiriman yang diantisipasi tersebut merupakan bagian dari dukungan AS yang berkelanjutan untuk Taiwan, meskipun ada protes keras dari Beijing, yang menganggap pulau itu sebagai bagian dari China.

Taipei telah memesan total 29 unit dan berharap semuanya akan dikirimkan pada tahun 2026. Lockheed Martin, yang memproduksi sistem persenjataan tersebut, mengatakan akan meningkatkan produksi karena meningkatnya permintaan dari Ukraina.

Washington telah setuju menjual gelombang pertama dari 11 peluncur pada tahun 2020, setelah kesepakatan untuk pengadaan howitzer gerak sendiri M109A6 Paladin gagal. Taiwan sejak itu telah memesan 18 unit lagi.

Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) M142 dapat menembakkan roket berpemandu GPS, bom GLMRS, atau Rudal Taktis Angkatan Darat (ATACMS). Menurut media Taiwan, pulau tersebut telah mengontrak 864 roket dan 84 ATACMS.

AS telah menyediakan Ukraina dengan "lebih dari 40" peluncur HIMARS dan amunisi sejak pecahnya konflik dengan Rusia.

Pekan lalu, Washington mengumumkan 16 peluncur lainnya akan dijual ke Norwegia sebagai bagian dari paket senilai USD580 juta.

Bulan lalu, China memberlakukan sanksi terhadap Lockheed Martin dan beberapa produsen senjata AS lainnya, dengan alasan partisipasi mereka dalam memasok peralatan militer ke Taiwan.

Langkah tersebut dilakukan setelah Washington mengumumkan penjualan drone dan persenjataan lainnya senilai USD360 juta ke pulau tersebut.

Sementara AS secara resmi mengakui Taiwan sebagai bagian dari China, dalam beberapa tahun terakhir AS telah memasok pulau tersebut dengan senjata, amunisi, dan peralatan untuk "mencegah" "invasi" dari daratan utama.

AS juga memelihara hubungan diplomatik dan ekonomi informal dengan Taipei, yang merupakan sumber utama semikonduktor dan chip untuk pasar Barat.

AS membantu mengevakuasi pasukan nasionalis China ke Taiwan pada tahun 1949, setelah Komunis menang dalam perang saudara.

Washington baru mengakui Republik Rakyat China pada tahun 1979, dan memperlakukan pemerintah di Taipei sebagai ‘Republik China’ untuk sementara waktu.

Kebijakan resmi Beijing terhadap Taiwan adalah reintegrasi secara damai, meskipun China tidak mengesampingkan kemungkinan menggunakan kekerasan jika pulau itu mendeklarasikan kemerdekaan.

Baca juga: Houthi Buru 2 Kapal Tanker Misterius di Laut Merah, Menyerangnya 3 Kali Berturut-turut
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
Kisah Raihan, Siswa...
Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved