4 Alasan Barat Mendukung Invasi Ukraina ke Kursk, Salah Satunya Menanamkan Rasa Takut bagi Rakyat Rusia

Senin, 12 Agustus 2024 - 09:20 WIB
loading...
A A A
Komentarnya muncul setelah Bild melaporkan bahwa kendaraan tempur infanteri Marder Jerman digunakan di Wilayah Kursk. Ini akan menjadi kasus pertama kendaraan lapis baja Jerman beroperasi di daerah itu sejak bentrokan tank besar antara pasukan Soviet dan Nazi di Pertempuran Kursk pada bulan Juli 1943.

3. Tidak Melanggar Arah Kebijakan Barat

Juru bicara Komisi Eropa Peter Stano mengatakan pada hari Rabu bahwa UE "sepenuhnya mendukung hak Ukraina yang sah untuk mempertahankan diri," termasuk "dengan menyerang agresor di wilayahnya." Pentagon menggemakan sentimen ini, dengan mengatakan bahwa mereka tidak memiliki masalah dengan operasi tersebut. "Hal ini sesuai dengan kebijakan kami," kata juru bicara Sabrina Singh.

4. Menanamkan Rasa Takut bagi Penduduk Rusia

Kremlin mengecam serangan itu sebagai provokasi dan menuduh pasukan Ukraina melakukan serangan membabi buta terhadap warga sipil. Sementara itu, pejabat Ukraina mengatakan bahwa tujuan utama operasi itu adalah untuk menanamkan rasa takut di antara penduduk Rusia dan mendapatkan pengaruh dalam kemungkinan negosiasi dengan Moskow.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Sabtu bahwa kemajuan Ukraina telah dihentikan, meskipun pertempuran terus berlanjut di Wilayah Kursk, termasuk di pinggiran kota Sudzha, sekitar 9 km dari perbatasan.

Kementerian itu juga menambahkan bahwa serangan udara dan rudal telah dilakukan terhadap cadangan Ukraina di seberang perbatasan. Kementerian tersebut memperkirakan kerugian Kiev hingga 1.100 tentara dan 140 kendaraan lapis baja sejak dimulainya serangan.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
AS-Iran Saling Serang,...
AS-Iran Saling Serang, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Presiden FIFA Dicecar...
Presiden FIFA Dicecar Jurnalis soal Kekacauan Piala Dunia 2026, Jawaban Infantino Terkesan Meremehkan
Sejarah! Kongo Tundukkan...
Sejarah! Kongo Tundukkan Uzbekistan Lewat Laga Dramatis dan Tantang Inggris di 32 Besar
Harry Kane Pecahkan...
Harry Kane Pecahkan Rekor Gary Lineker di Piala Dunia
Berita Terkini
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Infografis
4 Alasan Israel Takut...
4 Alasan Israel Takut Hizbullah, Salah Satunya Miliki Loyalitas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved