Sheikh Hasina Dikabarkan Akan Kembali ke Bangladesh untuk Rebut Kembali Kekuasaan
Sabtu, 10 Agustus 2024 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
Joy yakin bahwa ketika pemilihan umum diadakan, Liga Awami, partai Hasina, akan muncul sebagai pemenang.
“Saya yakin bahwa jika pemilu diadakan di Bangladesh hari ini, dan jika pemilu tersebut bebas dan adil serta jika ada persaingan yang setara, maka Liga Awami akan menang," katanya. Hasina menjadi perdana menteri untuk masa jabatan keempat berturut-turut dalam pemilihan kontroversial yang diadakan pada Januari 2024.
Baca Juga: Bagaimana Revolusi Gen Z Pertama di Dunia yang Sukses Menggulingkan Diktator Bangladesh?
Partai-partai oposisi utama memboikot pemilihan tersebut dengan mengatakan di bawah pemerintahan Hasina tidak akan ada "pemilihan umum yang bebas dan adil".
Putranya menyebut pemerintahan sementara saat ini tidak konstitusional dan mengatakan pemilihan umum harus diadakan dalam waktu 90 hari.
Namun, dia agak berhati-hati tentang ambisi politiknya atau apakah dia akan kembali ke negara itu untuk mencalonkan diri sebagai pemimpin Liga Awami, mengikuti jejak kakeknya, Sheikh Mujibur Rahman, pemimpin pendiri Bangladesh, dan Hasina. “Belum ada keputusan yang dibuat dalam hal ini. Saya tidak pernah punya ambisi politik,” katanya.
Namun, ia menambahkan bahwa ia kesal dengan cara para pengunjuk rasa itu mengobrak-abrik dan membakar rumah leluhur mereka, termasuk museum yang didedikasikan untuk kakeknya di Dhaka. “Dalam situasi seperti ini, saya sangat marah, saya akan melakukan apa pun,” katanya.
Ia mengatakan bahwa ia berhubungan dengan para pendukung partai yang sangat kesal dan marah atas apa yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir.
“Saya yakin bahwa jika pemilu diadakan di Bangladesh hari ini, dan jika pemilu tersebut bebas dan adil serta jika ada persaingan yang setara, maka Liga Awami akan menang," katanya. Hasina menjadi perdana menteri untuk masa jabatan keempat berturut-turut dalam pemilihan kontroversial yang diadakan pada Januari 2024.
Baca Juga: Bagaimana Revolusi Gen Z Pertama di Dunia yang Sukses Menggulingkan Diktator Bangladesh?
Partai-partai oposisi utama memboikot pemilihan tersebut dengan mengatakan di bawah pemerintahan Hasina tidak akan ada "pemilihan umum yang bebas dan adil".
Putranya menyebut pemerintahan sementara saat ini tidak konstitusional dan mengatakan pemilihan umum harus diadakan dalam waktu 90 hari.
Namun, dia agak berhati-hati tentang ambisi politiknya atau apakah dia akan kembali ke negara itu untuk mencalonkan diri sebagai pemimpin Liga Awami, mengikuti jejak kakeknya, Sheikh Mujibur Rahman, pemimpin pendiri Bangladesh, dan Hasina. “Belum ada keputusan yang dibuat dalam hal ini. Saya tidak pernah punya ambisi politik,” katanya.
Namun, ia menambahkan bahwa ia kesal dengan cara para pengunjuk rasa itu mengobrak-abrik dan membakar rumah leluhur mereka, termasuk museum yang didedikasikan untuk kakeknya di Dhaka. “Dalam situasi seperti ini, saya sangat marah, saya akan melakukan apa pun,” katanya.
Ia mengatakan bahwa ia berhubungan dengan para pendukung partai yang sangat kesal dan marah atas apa yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir.
Lihat Juga :