Di Gaza, Tetap Terhubung Internet bisa Memakan Nyawa tapi juga Menyelamatkan

Jum'at, 09 Agustus 2024 - 19:45 WIB
loading...
Di Gaza, Tetap Terhubung...
Warga Palestina menggunakan laptop di kafe milik Muhammad Qurei, yang menyediakan komputer dan koneksi internet bagi mereka yang kehilangan akses karena blokade Israel, di kafe tepi pantainya di Khan Yunis, Gaza pada 20 Juli 2024. Foto/Abed Rahim Khatib/A
A A A
JALUR GAZA - Terpaksa meninggalkan rumahnya lagi saat perang berkecamuk di Jalur Gaza, Khalil Salim sangat ingin menyelamatkan keluarganya, tetapi bagaimana dia bisa yakin bahwa dia tidak akan membawa mereka ke tempat yang lebih berbahaya?

Dia membutuhkan informasi terkini, jadi dia mengakses internet dan memeriksa akun media sosial resmi tentara Israel dan sumber daring lainnya.

“Kami akan mengambil instruksi dari internet. Kami tidak dapat menilai pertempuran internal … jadi kami akan mengikuti berita dan saluran serta melihat Facebook dan melihat apa yang ditulis orang,” ujar Salim.

Namun, ketika dia tidak mendapatkan sinyal atau koneksi, dia dibiarkan dalam kegelapan, tanpa cara pasti untuk merencanakan rute yang aman.

“Yang menyedihkan adalah bahwa (pasukan pendudukan Israel) akan mencantumkan instruksi di Facebook mereka dan kami bahkan tidak akan memiliki internet. Akan sangat sulit bagi kami untuk mengetahui bahwa ada instruksi untuk melakukan ini dan bukan itu. Terkadang kami menghabiskan dua hari, terkadang seminggu, tanpa internet,” papar dia.

Di reruntuhan Gaza, sulit dan berbahaya untuk terhubung ke internet, tetapi aktivis teknologi dan teknisi Palestina memastikan daerah kantong itu tidak benar-benar gelap, mengamankan jalur hidup digital yang berharga bagi ribuan orang.

Mempertahankan koneksi ini harus dibayar dengan harga mahal dan risikonya bisa mematikan bagi pengguna yang putus asa yang memanjat ke dataran tinggi untuk mendapatkan sinyal atau teknisi yang bepergian ke daerah berbahaya untuk memperbaiki kabel atau menara telekomunikasi yang rusak.

“Pada Mei, serangan Israel menghantam sekelompok orang di luar toko Kota Gaza yang menyediakan sinyal internet bagi pelanggan, menewaskan tiga orang dan melukai lebih dari 20 orang,” ungkap petugas medis.

Salim tahu betul apa yang mendorong orang-orang itu ke toko itu.

“Internet adalah kehidupan. Tanpa internet, (hidup) tidak ada artinya, seperti penjara," ujar teknisi IT dan apoteker itu kepada Thomson Reuters Foundation melalui telepon dari Al-Mawasi, daerah di pinggiran barat Khan Yunis tempat dia berlindung bersama keluarganya setelah melarikan diri dari kota perbatasan Rafah.

Perekonomian dan infrastruktur Gaza telah hancur akibat pengeboman dan genosida oleh Israel yang tiada henti selama sepuluh bulan.

Rumah, jalan, sekolah, dan rumah sakit telah hancur dan sekitar 70% infrastruktur yang dibutuhkan untuk komunikasi dan teknologi telah rusak atau hancur.

Pengusaha teknologi di luar Gaza menggunakan SIM elektronik, atau eSIM, untuk membantu memperkuat jalur kehidupan digital Gaza yang terkikis.

eSIM memberi pengguna opsi untuk mengaktifkan paket data seluler jaringan seluler tanpa benar-benar memiliki kartu SIM fisik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Putri Bajrakitiyabha...
Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Rekomendasi
Polisi Imbau Mahasiswa...
Polisi Imbau Mahasiswa Waspadai Demo Hari Ini Ditunggangi
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Aliansi UNJ Melawan...
Aliansi UNJ Melawan Gelar Aksi dan Long March
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved