Profil Muhammad Yunus, Peraih Nobel yang Kini Jadi PM Sementara Bangladesh

Jum'at, 09 Agustus 2024 - 13:34 WIB
loading...
A A A
Dia mengalami masalah dengan Hasina pada tahun 2008, ketika pemerintahannya meluncurkan serangkaian penyelidikan terhadapnya.

Dalam sebuah wawancara awal tahun ini, Yunus tidak mau menjelaskan alasan permusuhan Hasina, tetapi orang lain mengaitkannya dengan usahanya yang gagal untuk mendirikan partai politik pada tahun 2007.

Selama penyelidikan, Hasina menuduh Yunus menggunakan kekerasan dan cara lain untuk mendapatkan kembali pinjaman dari perempuan miskin di pedesaan sebagai kepala Grameen Bank.

Yunus membantah tuduhan tersebut.

Pemerintah Hasina mulai meninjau kegiatan bank tersebut pada tahun 2011, dan Yunus dipecat sebagai direktur pelaksana karena diduga melanggar peraturan pensiun pemerintah.

Dia diadili pada tahun 2013 atas tuduhan menerima uang tanpa izin pemerintah, termasuk Hadiah Nobel dan royalti dari sebuah buku.

Dia kemudian menghadapi lebih banyak tuduhan yang melibatkan perusahaan lain yang dia buat, termasuk Grameen Telecom, yang merupakan bagian dari perusahaan telepon seluler terbesar di negara itu, GrameenPhone, anak perusahaan dari perusahaan telekomunikasi Norwegia Telenor.

Para pendukungnya mengatakan semua tuduhan itu bermotif politik.

Yunus mengatakan kepada media India pada hari Selasa bahwa "hari ini seharusnya menjadi perayaan".

Dia mengecilkan kekhawatiran atas ketidakstabilan di Bangladesh dan menyebut penyingkiran Hasina sebagai "revolusi".

"Kami menyingkirkan pemerintahan yang sangat otoriter," katanya kepada NDTV.

"Kami menikmatinya, kami menikmati kebebasan kami dan era baru sedang terbuka untuk Bangladesh."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Bangladesh Selamatkan...
Menteri Bangladesh Selamatkan 'Donald Trump' dari Penyembelihan di Hari Raya Iduladha
BNP Menang Pemilu Bangladesh,...
BNP Menang Pemilu Bangladesh, Raih 209 dari 297 Kursi
Dubes LBBP RI Listyowati...
Dubes LBBP RI Listyowati Serahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Bangladesh
6 Fakta Pasukan Garda...
6 Fakta Pasukan Garda Revolusi yang Loyal pada Khamenei
Rusia Blak-blakan Barat...
Rusia Blak-blakan Barat Berupaya Hancurkan Iran Lewat Revolusi Warna
Tak Seperti Militer...
Tak Seperti Militer Venezuela, Garda Revolusi Tetap Setia kepada Khamenei
Amuk Massa di Stadion...
Amuk Massa di Stadion Lukas Enembe Jayapura, Ini Pemicunya
AS Serang Abadan dan...
AS Serang Abadan dan Mahshahr di Iran Barat, Wilayah Perbatasan Jadi Sasaran
Ngamuk! Iran Gempur...
Ngamuk! Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Bahrain dan Yordania, Hancurkan Fasilitas Radar
Rekomendasi
Spanyol Berharap Jumpa...
Spanyol Berharap Jumpa Argentina di Final, Lamine Yamal: Saya Ingin Lawan Messi
Presiden Petisi Ahli...
Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Ahli Pidana Soroti Bukti Permulaan Penetapan Tersangka Roy Suryo
Berita Terkini
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved