Carut Marut Bangladesh, Ini Pemimpin yang Didukung AS Menggantikan Sheikh Hasina

Rabu, 07 Agustus 2024 - 07:10 WIB
loading...
Carut Marut Bangladesh,...
Pemenang Nobel dan Kepala Arsitek Grameen Bank Bangladesh Muhammad Yunus (kiri) didampingi Anggota Dewan Mobilitas dan Transportasi Chiara Foglietta dalam acara Kota bisnis sosial Verso Torino di Sermig Arsenale della Pace di Turin, Italia, 11 Juni 2023.
A A A
DHAKA - Media Bangladesh melaporkan pada Selasa (6/8/2024) bahwa ekonom "pemenang Hadiah Nobel" Muhammad Yunus telah ditunjuk sebagai pemimpin transisi Bangladesh setelah protes massal yang memaksa Perdana Menteri Sheikh Hasina mengundurkan diri dan melarikan diri.

Penyelenggara protes mahasiswa telah menggulingkan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina dan menyerbu kediamannya pada Senin karena negara tersebut telah jatuh di bawah kendali militer.

Hasina telah menjadi perdana menteri wanita yang menjabat paling lama di dunia, berkuasa dari tahun 2009 hingga sekarang dan sebelumnya dari tahun 1996 hingga 2001.

Menurut media Inggris, masa jabatan Hasina menunjukkan keberhasilan dalam memberikan pertumbuhan pembangunan dan ekonomi, tetapi para kritikus mengklaim orang kaya mendapat manfaat yang tidak proporsional.

Hasina melarikan diri dari Dhaka ke India dan dilaporkan akan mencari suaka di luar negeri.

KJ Noh, sarjana, jurnalis, dan analis yang mengkhususkan diri dalam geopolitik Asia-Pasifik, bergabung dengan Political Misfits dari Sputnik pada Selasa untuk membahas kenaikan mendadak Yunus ke tampuk kekuasaan.

“Saya (tidak menganggapnya) kredibel bahwa sekelompok mahasiswa dapat menjatuhkan pemerintahan dalam waktu yang begitu singkat. Kita tahu bahwa NED telah menggelontorkan jutaan dolar untuk kelompok-kelompok LSM di Bangladesh, USD4 juta pada tahun 2021 saja,” Noh menjelaskan. “Itu sendiri perlu, tetapi tidak cukup.”

Noh menambahkan AS telah menyuarakan pendapatnya secara terbuka mengenai sistem politik di Bangladesh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
AS Incar Tuan Rumah...
AS Incar Tuan Rumah Piala Dunia Antarklub 2029
Helikopternya Jatuh,...
Helikopternya Jatuh, Komandan Angkatan Laut AS Tewas di Laut Arab
AS Bombardir 5 Provinsi...
AS Bombardir 5 Provinsi Iran, 14 Orang Tewas 78 Luka
Rekomendasi
Prancis Menanti Pemenang...
Prancis Menanti Pemenang Spanyol vs Belgia: Siapa Lebih Berbahaya di Semifinal?
Kapan Harta Menjadi...
Kapan Harta Menjadi Tercela? Ini Sikap yang Menyebabkannya
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Bawa Delegasi PBNU-Muhammadiyah ke Pemakaman Ali Khamenei
Berita Terkini
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Lagi, Wakil Menteri...
Lagi, Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Rp193 Miliar di Dalam Drainase Air Hujan
Usai Serang Iran, Trump...
Usai Serang Iran, Trump Briefing Netanyahu tentang Taktik AS di Teluk
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved