Profil Khaled Mashal, Tokoh Pengasingan Hamas yang Pernah Diracun Israel

Selasa, 06 Agustus 2024 - 14:37 WIB
loading...
A A A
Ketika Hamas muncul pada 1987, Mashal masih berada di Kuwait. Namun, tak lama berselang dia bergabung.

Setelah invasi Kuwait oleh Irak pada 1990, Meshal pindah ke Yordania. Di sana, dia dipercaya untuk menjadi kepala cabang Hamas.

Sekitar 1999, Mashal sempat dipenjara dan diusir dari Yordania. Hal ini terjadi setelah Raja Yordania Abdullah II menutup kantor Hamas di kerajaan tersebut.

Setelah itu, Mashal menghabiskan sekitar dua tahun di Doha, Qatar. Barulah kemudian dia terpaksa meninggalkan keluarganya dan pindah ke Damaskus, Suriah.

Pada 1996, Mashal ditunjuk sebagai kepala biro politik Hamas. Hal ini menempatkannya sebagai salah satu tokoh utama dalam puncak kepemimpinan Hamas.

Akan tetapi, Mashal lebih sering bekerja di luar Palestina. Biasa disebut “pengasingan”, tempat-tempat di luar Palestina itu dipilih karena Israel waktu itu berupaya melenyapkan tokoh-tokoh terkemuka Hamas di Jalur Gaza.

Alhasil, sejumlah tokoh Hamas pun terpaksa mencari “tempat aman” agar terhindar dari serangan Israel. Hal ini sebenarnya sama seperti Ismail Haniyeh yang sebelumnya lama menetap di Qatar sebelum kematiannya di Teheran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
Usai Zionis Hancurkan...
Usai Zionis Hancurkan Patung Yesus, Netanyahu Klaim Desa Kristen Lebanon Minta Dicaplok Israel agar Dilindungi
Hamas dan Hizbullah...
Hamas dan Hizbullah Jadi Tamu Istimewa pada Pemakaman Khamenei
Takut Ditangkap, Menteri...
Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 2.300 Orang, Penyintas Krisis Makanan
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal di Samudra Pasifik usai Australia-Fiji Teken Kerja Sama Pertahanan
Rekomendasi
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
Berita Terkini
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
4 Alasan Wapres Filipina...
4 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, Konflik dengan Presiden hingga Terjerat Skandal Korupsi
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved