5 Proksi Iran yang akan Membantai Israel Setelah Kematian Haniyeh

Senin, 05 Agustus 2024 - 16:30 WIB
loading...
5 Proksi Iran yang akan...
Seorang anak laki-laki membawa senapan mesin mainan, selama protes terhadap pembunuhan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Iran, di Beirut, Lebanon, 2 Agustus 2024. Foto/EPA-EFE/WAEL HAMZEH
A A A
BEIRUT - Proksi Iran yang tersebar di wilayah Timur Tengah kemungkinan akan mulai bersiap untuk menyerbu Israel, jika terbukti menjadi otak di balik pembunuhan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh.

Hingga saat ini memang tidak ada pihak yang lebih menginginkan nyawa Haniyeh selain Israel. Tak heran jika pihak Hamas langsung menuding Tel Aviv adalah dalang di balik pembunuhan pemimpin mereka.

Bukan hanya Hamas, salah satu proksi Iran di Lebanon Hizbullah juga menuduh Israel sebagai pembunuh Haniyeh. Namun hingga saat ini pihak Iran masih melakukan penyelidikan.

Selama ini, proksi Iran memang telah banyak melakukan serangan ke Israel sebagai bentuk bantuannya terhadap Hamas dan Rakyat Palestina.
Jika nantinya ditemukan pelaku pembunuhan Haniyeh, maka para proksi ini kemungkinan langsung bergerak menyerang.

Sejak revolusi tahun 1979, Iran telah membangun jaringan proksi di seluruh Timur Tengah. Pada tahun 2022, Teheran memiliki sekutu di antara lebih dari selusin milisi besar, beberapa di antaranya memiliki partai politik sendiri, yang menentang pemerintah lokal dan negara tetangga.

5 Proksi Iran yang akan Membantai Israel

1. Hizbullah Lebanon


Hizbullah adalah gerakan Syiah yang merupakan proksi pertama Iran di Timur Tengah. Lebanon mempunyai milisi yang didirikan pada awal tahun 1980an, dengan dukungan militer dan keuangan dari Garda Revolusi Iran.

Hizbullah merupakan partai politik yang pertama kali muncul pada tahun 1992 setelah bergerak di bawah tanah.

Pada tahun 2020, Hizbullah telah menjadi aktor non-negara dengan persenjataan paling berat di dunia dengan setidaknya 130.000 roket dan rudal, menurut Pusat Studi Strategis dan Internasional.

Kelompok ini juga memegang posisi kuat di pemerintahan dan sektor ekonomi Lebanon.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
Otoritas Palestina Kecam...
Otoritas Palestina Kecam Rencana Israel Makin Pecah Belah Wilayah Gaza
Mahasiswa Yahudi Merantai...
Mahasiswa Yahudi Merantai Diri di Gerbang Universitas Columbia, Tuntut Pembebasan Mahmoud Khalil
Qatar, UEA, dan Israel...
Qatar, UEA, dan Israel Gelar Latihan Militer Bersama di Yunani
Netanyahu Ungkap Militer...
Netanyahu Ungkap Militer Israel akan Bangun Koridor Morag di Gaza
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Korsel Siaga Tinggi...
Korsel Siaga Tinggi Jelang Putusan Pemakzulan Presiden Yoon, Tempat Wisata dan Jalan Utama Ditutup
Rekomendasi
China Luncurkan Robot...
China Luncurkan Robot Tangan yang Punya Sensitivitas seperti Jari Manusia
Pemudik Motor Padati...
Pemudik Motor Padati Pantura Cirebon Pagi Ini, Lalin Masih Lancar
Jejak Pendidikan Giorgio...
Jejak Pendidikan Giorgio Chiellini, Legenda Juventus yang Punya Gelar S2 dari Universitas Turin
Berita Terkini
Demi Keamanan Nasional,...
Demi Keamanan Nasional, Staf Kedubes AS di China Dilarang Berkencan dengan Penduduk Lokal
35 menit yang lalu
Meski Bersitegang, AS...
Meski Bersitegang, AS Tidak Akan Tinggalkan NATO, Berikut 3 Alasannya
1 jam yang lalu
Taiwan Lawan Tekanan...
Taiwan Lawan Tekanan China di PBB, Tegaskan Status sebagai Negara Berdaulat
2 jam yang lalu
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
7 jam yang lalu
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
10 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
10 jam yang lalu
Infografis
Bos Shin Bet Israel...
Bos Shin Bet Israel Yakin akan Berdirinya Negara Palestina
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved