Imam Masjid Al Aqsa: Umat Muslim Tidak Dapat Salat dengan Bebas di Bawah Penjajahan Israel
Minggu, 04 Agustus 2024 - 19:05 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: AS Prediksi Iran Serang Israel pada Senin, Komandan CENTCOM Langsung Kunjungi Timur Tengah
Ia mengungkapkan bahwa polisi Israel telah memutuskan untuk melarangnya memasuki Masjid Al-Aqsa selama satu minggu, dengan kemungkinan memperpanjang larangan tersebut hingga enam bulan.
Sebelumnya, pengacaranya, Khaled Zabarka, mengatakan kepada Anadolu pada hari Jumat bahwa otoritas Israel membebaskan Sheikh Ekrima dan memerintahkan deportasinya dari masjid hingga 8 Agustus, dengan kemungkinan untuk memperpanjang deportasinya selama enam bulan.
Haniyeh dibunuh pada hari Rabu di Teheran, ibu kota Iran. Sementara Hamas dan Iran menyalahkan Israel atas pembunuhan tersebut, Tel Aviv belum mengonfirmasi atau membantah tanggung jawabnya.
Setelah salat Jumat di Masjid Al-Aqsa, Sabri memimpin salat jenazah secara in absentia untuk Haniyeh.
Ia mengungkapkan bahwa polisi Israel telah memutuskan untuk melarangnya memasuki Masjid Al-Aqsa selama satu minggu, dengan kemungkinan memperpanjang larangan tersebut hingga enam bulan.
Sebelumnya, pengacaranya, Khaled Zabarka, mengatakan kepada Anadolu pada hari Jumat bahwa otoritas Israel membebaskan Sheikh Ekrima dan memerintahkan deportasinya dari masjid hingga 8 Agustus, dengan kemungkinan untuk memperpanjang deportasinya selama enam bulan.
Haniyeh dibunuh pada hari Rabu di Teheran, ibu kota Iran. Sementara Hamas dan Iran menyalahkan Israel atas pembunuhan tersebut, Tel Aviv belum mengonfirmasi atau membantah tanggung jawabnya.
Setelah salat Jumat di Masjid Al-Aqsa, Sabri memimpin salat jenazah secara in absentia untuk Haniyeh.
Lihat Juga :