Kata-kata Terakhir Ismail Haniyeh sebelum Dibunuh: Allah yang Menghidupkan dan Mematikan
Minggu, 04 Agustus 2024 - 06:37 WIB
loading...
A
A
A
Versi kedua adalah rudal jarak pendek yang ditembakkan ke kediaman Haniyeh, sebagaimana disampaikan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.
Haniyeh lahir pada 23 Januari 1962 di kamp pengungsi Shati di Jalur Gaza. Keluarganya berasal dari desa Al-Jura, dekat kota Asqalan, yang sebagian besar hancur dan sepenuhnya dibersihkan secara etnis selama Nakba pada tahun 1948.
Baca Juga: Suasana Israel Mencekam, Warga Ketakutan Tunggu Serangan Iran dan Hizbullah
Haniyeh menyelesaikan pendidikan awalnya di sekolah-sekolah Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNRWA) dan lulus dari Institut Al-Azhar sebelum memperoleh gelar BA dalam Sastra Arab dari Universitas Islam Gaza pada tahun 1987.
Selama masa kuliahnya, dia aktif di Dewan Serikat Mahasiswa dan kemudian memegang berbagai posisi di Universitas Islam, akhirnya menjadi dekannya pada tahun 1992.
Setelah dibebaskan dari penjara Israel pada tahun 1997, Haniyeh menjadi kepala kantor Sheikh Ahmed Yassin—salah satu pendiri Hamas.
Pengalaman politik Haniyeh mencakup beberapa penangkapan oleh otoritas Israel selama Intifada Pertama, dengan tuduhan terkait keterlibatannya dengan gerakan Perlawanan Palestina; Hamas.
Dia diasingkan ke Lebanon selatan pada tahun 1992 tetapi kembali ke Gaza setelah Perjanjian Oslo.
Haniyeh lahir pada 23 Januari 1962 di kamp pengungsi Shati di Jalur Gaza. Keluarganya berasal dari desa Al-Jura, dekat kota Asqalan, yang sebagian besar hancur dan sepenuhnya dibersihkan secara etnis selama Nakba pada tahun 1948.
Baca Juga: Suasana Israel Mencekam, Warga Ketakutan Tunggu Serangan Iran dan Hizbullah
Haniyeh menyelesaikan pendidikan awalnya di sekolah-sekolah Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNRWA) dan lulus dari Institut Al-Azhar sebelum memperoleh gelar BA dalam Sastra Arab dari Universitas Islam Gaza pada tahun 1987.
Selama masa kuliahnya, dia aktif di Dewan Serikat Mahasiswa dan kemudian memegang berbagai posisi di Universitas Islam, akhirnya menjadi dekannya pada tahun 1992.
Setelah dibebaskan dari penjara Israel pada tahun 1997, Haniyeh menjadi kepala kantor Sheikh Ahmed Yassin—salah satu pendiri Hamas.
Pengalaman politik Haniyeh mencakup beberapa penangkapan oleh otoritas Israel selama Intifada Pertama, dengan tuduhan terkait keterlibatannya dengan gerakan Perlawanan Palestina; Hamas.
Dia diasingkan ke Lebanon selatan pada tahun 1992 tetapi kembali ke Gaza setelah Perjanjian Oslo.
Lihat Juga :