Menteri Pertahanan AS Sambangi Korea Selatan

Jum'at, 09 Agustus 2019 - 10:35 WIB
Menteri Pertahanan AS...
Menteri Pertahanan AS Sambangi Korea Selatan
A A A
SEOUL - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Mark Esper, mengunjungi Korea Selatan (Korsel) sebagai bagian dari perjalanan internasional pertamanya sejak diangkat. Tiba di Korsel pada Kamis malam, Esper dihadapi pada serangkaian permasalahan mulai dari ketegangan antara Seoul dan Tokyo, hingga berapa banyak biaya yang harus dibayar Korsel untuk pasukan AS yang ditempatkan di sana.

Selama di Korsel, Esper dijadwalkan akan bertemu dengan para pemimpin senior Korsel pada Jumat (9/8/2019). Jika permasalahan dua negara sekutu AS timbul dalam pertemuannya di Seoul, Esper kemungkinan akan mengulangi pernyataannya bahwa Korsel dan Jepang harus mengurangi ketegangan dan fokus pada tantangan yang dimunculkan oleh Korea Utara (Korut) dan China seperti dikutip dari Reuters.

Korsel mengatakan sedang menjajaki semua opsi dalam sengketa perdagangan sengit dengan Jepang, termasuk membatalkan pakta berbagi intelijen.

Perjanjian tersebut, Perjanjian Keamanan Umum Informasi Militer (GSOMIA), memfasilitasi pertemuan intelijen tiga arah dengan Washington, yang sangat penting dalam menangkal ancaman nuklir dan rudal Korut. Kesepakatan ini diperpanjang secara otomatis setiap tahun pada 24 Agustus.

Esper tiba di Seoul sehari setelah Presiden Donald Trump mengatakan Korsel setuju untuk membayar lebih banyak untuk menanggung biaya yang dibutuhkan untuk penempatan 28.500 tentara AS di Korsel dan bahwa pembicaraan sedang dilakukan untuk membahas masalah ini. (Baca juga: Trump: Korsel Bayar Rp14 Triliun ke AS untuk Melindunginya dari Korut )

Namun juru bicara Kementerian Luar Negeri Korsel mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa negosiasi belum dimulai.

Selain itu kunjungan ini terjadi setelah Korut melakukan serangkaian uji coba rudal baru-baru ini.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan pada hari Kamis bahwa Menteri Pertahanan Korsel Jeong Kyeong-doo dan Esper akan membahas sejumlah masalah, termasuk situasi keamanan di semenanjung Korea, mengoordinasikan kebijakan untuk mendorong denuklirisasi dan perdamaian abadi, dan membahas aliansi kunci masalah.

Pada hari Selasa, Esper mengatakan AS tidak akan bereaksi berlebihan terhadap peluncuran rudal jarak pendek Korut dan akan membuka pintu untuk pembicaraan dengan Pyongyang. Ia juga menambahkan bahwa, meskipun ada keluhan dari Korut, tidak ada rencana untuk mengubah latihan militer bersama di masa depan dengan Seoul.

Korsel adalah perhentian terakhir Esper dalam perjalanan yang juga termasuk kunjungan ke Australia, Jepang, dan Mongolia.
(ian)
Berita Terkait
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Kim Yo-jong: Amerika...
Kim Yo-jong: Amerika Serikat dan Korea Selatan Latihan Perang Nuklir
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
AS Jual Peralatan Mata-mata...
AS Jual Peralatan Mata-mata ke Korsel
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Berita Terkini
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
8 jam yang lalu
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
9 jam yang lalu
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
10 jam yang lalu
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
11 jam yang lalu
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
12 jam yang lalu
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
14 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved