Mantan Presiden Rusia: Perang Adalah Satu-satunya Jalan Menuju Perdamaian di Timur Tengah
Kamis, 01 Agustus 2024 - 20:35 WIB
loading...
Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev menyatakan perang menjadi jalan menuju perdamaian di Timur Tengah. Foto/EPA
A
A
A
MOSKOW - Perdamaian di Timur Tengah hanya akan tercapai melalui konflik besar yang melibatkan para pialang kekuasaan regional. Demikian yang dikemukakan mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev.
Dalam tulisannya di saluran Telegramnya pada Kamis (1/8/2024), Medvedev, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, mempertimbangkan meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran, serta mitra dan sekutu mereka di kawasan tersebut dan sekitarnya.
“Simpul semakin erat di Timur Tengah. Turut berduka cita atas hilangnya nyawa orang-orang tak berdosa. Mereka hanyalah sandera dari negara yang menjijikkan: AS,” kata Medvedev, seraya menambahkan “jelas bagi semua orang bahwa perang skala penuh adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian yang goyah di kawasan tersebut.”
Komentarnya muncul setelah pembunuhan pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh dalam serangan roket di ibu kota Iran, Teheran, pada hari Rabu. Hamas menuduh Israel mengatur serangan itu dan memperingatkan bahwa Israel akan "membayar harga" untuk "kejahatan keji itu."
Baca Juga: Anggota Hamas: Tidak Ada Konfirmasi atas Klaim Israel tentang Pembunuhan Mohammed Deif
Dalam tulisannya di saluran Telegramnya pada Kamis (1/8/2024), Medvedev, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, mempertimbangkan meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran, serta mitra dan sekutu mereka di kawasan tersebut dan sekitarnya.
“Simpul semakin erat di Timur Tengah. Turut berduka cita atas hilangnya nyawa orang-orang tak berdosa. Mereka hanyalah sandera dari negara yang menjijikkan: AS,” kata Medvedev, seraya menambahkan “jelas bagi semua orang bahwa perang skala penuh adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian yang goyah di kawasan tersebut.”
Komentarnya muncul setelah pembunuhan pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh dalam serangan roket di ibu kota Iran, Teheran, pada hari Rabu. Hamas menuduh Israel mengatur serangan itu dan memperingatkan bahwa Israel akan "membayar harga" untuk "kejahatan keji itu."
Baca Juga: Anggota Hamas: Tidak Ada Konfirmasi atas Klaim Israel tentang Pembunuhan Mohammed Deif
Lihat Juga :