Media AS: Jet Tempur F-16 Pertama Tiba di Ukraina

Kamis, 01 Agustus 2024 - 08:01 WIB
loading...
A A A
Minggu lalu, Panglima Militer Ukraina Kolonel Jenderal Oleksandr Syrsky, mengakui kepada The Guardian bahwa militer Ukraina harus membatasi penggunaan F-16 untuk menghindari ditembak jatuh oleh pasukan Rusia.

"Moskow memiliki penerbangan yang unggul dan pertahanan udara yang sangat kuat," kata jenderal tersebut, seraya menambahkan bahwa pesawat buatan AS itu harus berada puluhan kilometer jauhnya dari garis depan untuk menghindari risiko serius.

Sebuah perusahaan swasta Rusia sebelumnya menawarkan hadiah sebesar 15 juta rubel (USD170.000) untuk penghancuran F-16 pertama dalam konflik tersebut.

Rusia telah beberapa kali memperingatkan bahwa tingkat dukungan yang terus meningkat yang diberikan negara-negara Barat kepada Kyiv hanya akan memperpanjang konflik dan penderitaan manusia.

Menurut Rusia, pengiriman senjata yang semakin banyak ke Ukraina juga menjadikan Barat sebagai peserta de facto dalam konflik tersebut.

Para pejabat tinggi di Moskow, termasuk Presiden Vladimir Putin, telah menyebut krisis Ukraina sebagai perang proksi yang dilancarkan oleh Washington dan sekutu NATO-nya terhadap Rusia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Terungkap! AS Beri Syarat...
Terungkap! AS Beri Syarat Saudi Berdamai dengan Israel untuk Lanjutkan Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved