Iran Akan Gelar Operasi Khusus sebagai Respons Pembunuhan Ismail Haniyeh
Rabu, 31 Juli 2024 - 22:10 WIB
loading...
Iran akan menggelar operasi khusus untuk merespons pembunuhan Ismail Haniyeh. Foto/EPA
A
A
A
TEHERAN - Misi Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengunggah pesan di X yang mengatakan bahwa "respons terhadap pembunuhan memang akan menjadi operasi khusus—lebih keras dan dimaksudkan untuk menanamkan penyesalan yang mendalam pada pelaku".
Pesan tersebut tampaknya merujuk pada pembunuhan kepala Hamas Ismail Haniyeh di Teheran, saat ia berkunjung untuk memberi selamat kepada presiden baru tersebut atas kemenangannya dalam pemilu.
Presiden Iran telah berjanji untuk membuat Israel "menyesali tindakan pengecutnya", karena Pemimpin Tertinggi Khamenei mengatakan bahwa membalas pembunuhan Haniyeh adalah tugas Teheran.
Baca Juga: Perang Regional Akan Pecah, Israel Sudah Menyiapkan Semua Skenario
Kemudian, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani mengungkapkan, tindakan teroris ini bukan hanya pelanggaran mencolok terhadap prinsip dan aturan hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, tetapi juga ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan regional dan internasional," kata Kanaani.
“Tindakan agresif dan teroris baru dari rezim ini dalam pembunuhan Syuhada Haniyeh merupakan bagian dari rencana genosida Palestina, terutama dalam 10 bulan terakhir, dan ditujukan untuk meningkatkan ketidakamanan di kawasan Asia Barat," ujar Kanaani.
Sebagai pendukung dan kaki tangan rezim Zionis dalam kelanjutan pendudukan dan genosida Palestina, Kanaani menuding pemerintah AS bertanggung jawab dalam melakukan tindakan terorisme keji ini.
Pesan tersebut tampaknya merujuk pada pembunuhan kepala Hamas Ismail Haniyeh di Teheran, saat ia berkunjung untuk memberi selamat kepada presiden baru tersebut atas kemenangannya dalam pemilu.
Presiden Iran telah berjanji untuk membuat Israel "menyesali tindakan pengecutnya", karena Pemimpin Tertinggi Khamenei mengatakan bahwa membalas pembunuhan Haniyeh adalah tugas Teheran.
Baca Juga: Perang Regional Akan Pecah, Israel Sudah Menyiapkan Semua Skenario
Kemudian, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani mengungkapkan, tindakan teroris ini bukan hanya pelanggaran mencolok terhadap prinsip dan aturan hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, tetapi juga ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan regional dan internasional," kata Kanaani.
“Tindakan agresif dan teroris baru dari rezim ini dalam pembunuhan Syuhada Haniyeh merupakan bagian dari rencana genosida Palestina, terutama dalam 10 bulan terakhir, dan ditujukan untuk meningkatkan ketidakamanan di kawasan Asia Barat," ujar Kanaani.
Sebagai pendukung dan kaki tangan rezim Zionis dalam kelanjutan pendudukan dan genosida Palestina, Kanaani menuding pemerintah AS bertanggung jawab dalam melakukan tindakan terorisme keji ini.
Lihat Juga :