Pastor AS Gugat Aplikasi Kencan Gay setelah Jejak Homoseksnya Menyebar
Selasa, 30 Juli 2024 - 11:48 WIB
loading...
A
A
A
Burrill dipaksa mengundurkan diri dari jabatannya setelah situs web berita Kristen "The Pillar" menerbitkan sebuah laporan yang mengungkap kunjungannya ke bar gay dan penggunaan aplikasi kencan Grindr.
Menurut laporan tersebut, aplikasi Grindr telah melacak dan memverifikasi perilakunya menggunakan data daring.
Dalam gugatannya lebih lanjut, Burrill menuduh bahwa The Pillar memperoleh data dari Catholic Laity and Clergy for Renewal (CLCR), sebuah organisasi nirlaba Kristen yang membeli data dari aplikasi kencan tersebut untuk mengidentifikasi para pemimpin Gereja yang menggunakannya untuk melanggar kaul selibat mereka—yang menyiratkan bahwa Grindr telah menjual data tersebut kepada organisasi tersebut.
"Kami ingin jawaban sehingga kami dapat menggunakannya sebagai peringatan bagi pengguna Grindr lainnya," kata Gregory Helmer, seorang pengacara untuk Burrill, seperti dikutip dari The Washington Post, Selasa (30/7/2024).
Pastor itu mengatakan bahwa dia tidak akan pernah bergabung dengan aplikasi tersebut jika dia tahu datanya akan tersedia untuk umum, menurut gugatannya.
“Memaksakan keputusan itu keluar dari tangan Anda dan masuk ke ranah publik adalah hal yang tercela,” kata James Carr, pengacara lain yang mewakili Burrill, kepada The Washington Post.
Menurut laporan tersebut, aplikasi Grindr telah melacak dan memverifikasi perilakunya menggunakan data daring.
Dalam gugatannya lebih lanjut, Burrill menuduh bahwa The Pillar memperoleh data dari Catholic Laity and Clergy for Renewal (CLCR), sebuah organisasi nirlaba Kristen yang membeli data dari aplikasi kencan tersebut untuk mengidentifikasi para pemimpin Gereja yang menggunakannya untuk melanggar kaul selibat mereka—yang menyiratkan bahwa Grindr telah menjual data tersebut kepada organisasi tersebut.
"Kami ingin jawaban sehingga kami dapat menggunakannya sebagai peringatan bagi pengguna Grindr lainnya," kata Gregory Helmer, seorang pengacara untuk Burrill, seperti dikutip dari The Washington Post, Selasa (30/7/2024).
Pastor itu mengatakan bahwa dia tidak akan pernah bergabung dengan aplikasi tersebut jika dia tahu datanya akan tersedia untuk umum, menurut gugatannya.
“Memaksakan keputusan itu keluar dari tangan Anda dan masuk ke ranah publik adalah hal yang tercela,” kata James Carr, pengacara lain yang mewakili Burrill, kepada The Washington Post.
Lihat Juga :