Zionis Desak NATO Usir Turki Gara-gara Erdogan Ancam Invasi Israel
Selasa, 30 Juli 2024 - 07:09 WIB
loading...
Rezim Zionis mendesak NATO mengusir Turki dari keanggotaan blok militer tersebut setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan mengancam akan menginvasi Israel demi membela Palestina. Foto/EPA-EFE/MICHAEL REYNOLDS
A
A
A
TEL AVIV - Rezim Zionis mendesak NATO mengusir Turki dari keanggotaan blok militer tersebut setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan mengancam akan menginvasi Israel demi membela Palestina.
Desakan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Israel pada hari Senin.
"Mengingat ancaman Presiden Turki Erdogan untuk menyerang Israel dan retorikanya yang berbahaya, Menteri Luar Negeri Israel Katz menginstruksikan para diplomat untuk segera terlibat dengan semua anggota NATO, menyerukan kecaman terhadap Turki dan menuntut pengusirannya dari aliansi regional tersebut,” kata kementerian tersebut, seperti dikutip Reuters, Selasa (30/7/2024).
Baca Juga: Gawat, Erdogan Ancam Invasi Israel untuk Bela Palestina!
Sebelumnya, Erdogan melontarkan ancaman invasi Turki ke Israel mengatakan dalam pertemuan massa Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pada hari Minggu.
Dia mengatakan pasukan Turki bisa masuk ke Israel terkait konflik yang tak kunjung berakhir di Jalur Gaza antara Zionis dan Hamas.
Desakan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Israel pada hari Senin.
"Mengingat ancaman Presiden Turki Erdogan untuk menyerang Israel dan retorikanya yang berbahaya, Menteri Luar Negeri Israel Katz menginstruksikan para diplomat untuk segera terlibat dengan semua anggota NATO, menyerukan kecaman terhadap Turki dan menuntut pengusirannya dari aliansi regional tersebut,” kata kementerian tersebut, seperti dikutip Reuters, Selasa (30/7/2024).
Baca Juga: Gawat, Erdogan Ancam Invasi Israel untuk Bela Palestina!
Sebelumnya, Erdogan melontarkan ancaman invasi Turki ke Israel mengatakan dalam pertemuan massa Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pada hari Minggu.
Dia mengatakan pasukan Turki bisa masuk ke Israel terkait konflik yang tak kunjung berakhir di Jalur Gaza antara Zionis dan Hamas.
Lihat Juga :