4 Alasan Inggris Ingin Batalkan Pengiriman Senjata ke Israel

Senin, 29 Juli 2024 - 18:10 WIB
loading...
4 Alasan Inggris Ingin...
Inggris akan membatalkan pengiriman senjata ke Israel. Foto/EPA
A A A
LONDON - Inggris diperkirakan akan memberlakukan pembatasan penjualan senjata ke Israel . Demikian dilaporkan Middle East Eye.

Inggris juga diperkirakan akan mencabut keberatannya terhadap surat perintah penangkapan Mahkamah Internasional (ICC) untuk para pemimpin senior Israel.

Sumber-sumber yang memiliki informasi lengkap di dalam Partai Buruh mengatakan kepada Middle East Eye bahwa dalam beberapa hari mendatang pemerintah kemungkinan akan memberlakukan beberapa pembatasan penjualan senjata tetapi tidak menghentikan penjualan sepenuhnya.

4 Alasan Inggris Ingin Batalkan Pengiriman Senjata ke Israel

1. Israel Tidak Patuh pada Hukum Humaniter Internasional

Perkembangan ini terjadi setelah Menteri Luar Negeri David Lammy mengatakan minggu lalu bahwa ia meminta tinjauan menyeluruh atas kepatuhan Israel terhadap hukum humaniter internasional pada hari pertamanya menjabat.

Sumber-sumber mengatakan kepada MEE bahwa pembatasan yang diumumkan kemungkinan akan berlaku pada penjualan senjata ofensif. Menteri luar negeri tersebut mengatakan kepada anggota parlemen minggu lalu bahwa mengingat serangan oleh Houthi, Hizbullah, dan Hamas terhadap Israel, "tidaklah tepat untuk memberlakukan larangan menyeluruh antara negara kita".

Ia menyatakan bahwa ia sedang mempertimbangkan senjata ofensif yang dapat digunakan Israel di Gaza sebagai bagian dari tinjauan yang telah ia perintahkan.

Lebih dari 100 lisensi ekspor Inggris untuk penjualan senjata, peralatan militer, dan barang-barang terlarang lainnya ke Israel telah disetujui sejak Oktober 2023.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Eropa, Warga Prancis Berebut AC Murah hingga Rusuh
Rekomendasi
BEM Psikologi UI Sebut...
BEM Psikologi UI Sebut LGBT Bukan Penyimpangan, MUI: Kampus Harus Ajarkan Mental Spiritual
Menjaga Pertumbuhan,...
Menjaga Pertumbuhan, Ratusan Brand Andalkan Efisiensi Material Kemasan
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Berita Terkini
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved