Donald Trump Dapat Surat dari Presiden Palestina, Apa Isinya?
Senin, 29 Juli 2024 - 17:20 WIB
loading...
A
A
A
"Tindakan kekerasan tidak boleh mendapat tempat di dunia hukum dan ketertiban," tulis Abbas.
Baca Juga: Siapakah Amy Tripp? Astrolog Cantik yang Memprediksi Biden Akan Mundur dan Trump Menang Pilpres AS
Semuanya akan baik-baik saja, Salam hangat. Donald Trump." Dalam teks postingan tersebut, Trump menulis: "Menantikan pertemuan dengan Bibi Netanyahu pada hari Jumat, dan bahkan lebih menantikan tercapainya Perdamaian di Timur Tengah!"
Sebelumnya, Presiden Palestina itu berbicara keras terhadap Trump atas keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Namun pada bulan April 2021, Trump memberi tahu saya kesimpulannya dari empat tahun bekerja pada proses perdamaian Israel-Palestina adalah bahwa Abbas menginginkan perdamaian, sementara Netanyahu tidak.
"Saya pikir dia hebat," kata Trump kepada saya tentang Abbas, mengingat kembali pertemuan pertama mereka yang "hebat". "Dia hampir seperti seorang ayah. Tidak mungkin lebih baik dari ini. Saya pikir dia lebih ingin membuat kesepakatan daripada Netanyahu."
Baca Juga: Siapakah Amy Tripp? Astrolog Cantik yang Memprediksi Biden Akan Mundur dan Trump Menang Pilpres AS
2. Trump Membalas Surat Abbas dengan Menjanjikan Perdamaian di Timur Tengah
Trump membalas surat Abbas dengan pesan tulisan tangan, yang berbunyi: "Mahmoud, baik sekali. Terima kasih.Semuanya akan baik-baik saja, Salam hangat. Donald Trump." Dalam teks postingan tersebut, Trump menulis: "Menantikan pertemuan dengan Bibi Netanyahu pada hari Jumat, dan bahkan lebih menantikan tercapainya Perdamaian di Timur Tengah!"
Sebelumnya, Presiden Palestina itu berbicara keras terhadap Trump atas keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Namun pada bulan April 2021, Trump memberi tahu saya kesimpulannya dari empat tahun bekerja pada proses perdamaian Israel-Palestina adalah bahwa Abbas menginginkan perdamaian, sementara Netanyahu tidak.
"Saya pikir dia hebat," kata Trump kepada saya tentang Abbas, mengingat kembali pertemuan pertama mereka yang "hebat". "Dia hampir seperti seorang ayah. Tidak mungkin lebih baik dari ini. Saya pikir dia lebih ingin membuat kesepakatan daripada Netanyahu."
Lihat Juga :