Serangan Majdal Shams Jadi Bukti Kegagalan Israel Mengalahkan Hizbullah
Minggu, 28 Juli 2024 - 22:30 WIB
loading...
A
A
A
Media pro-Iran seperti Al-Mayadeen, misalnya, berbicara tentang semua orang Israel sebagai "pemukim." Sekarang Iran dan proksinya seperti Hizbullah percaya bahwa semua pembicaraan seperti propaganda mereka tentang hal ini telah menjadi kenyataan. Orang Israel meninggalkan rumah mereka di utara. Hizbullah menyebut perang melawan Israel ini sejak 8 Oktober, ketika mereka memilih untuk mendukung serangan Hamas yang terjadi sehari sebelumnya, sebagai perang "jalan menuju Yerusalem". Mereka yakin bahwa mereka sedang menuju Yerusalem.
Pembantaian di Majdal Shams merupakan hasil dari kebijakan membiarkan Hizbullah menyerang wilayah utara Israel karena hal itu pasti akan terjadi setelah 6.000 pesawat tanpa awak, roket, dan rudal ditembakkan, yang pada akhirnya salah satunya akan mengenai sejumlah besar warga sipil.
"Ketika seseorang membiarkan musuh meluncurkan 6.000 roket, pasti akan terjadi bahwa salah satunya pada akhirnya akan membunuh sejumlah besar warga sipil. Pertahanan udara tidak pernah seratus persen efektif. Masalah di Israel adalah bahwa pertahanan udara dan pengelolaan konflik, menyebabkan situasi di mana kedua solusi jangka pendek untuk berbagai tantangan ini menjadi sebuah strategi. Ini bukanlah strategi jangka panjang yang baik," ungkap Frantzman.
Pembantaian di Majdal Shams merupakan hasil dari kebijakan membiarkan Hizbullah menyerang wilayah utara Israel karena hal itu pasti akan terjadi setelah 6.000 pesawat tanpa awak, roket, dan rudal ditembakkan, yang pada akhirnya salah satunya akan mengenai sejumlah besar warga sipil.
"Ketika seseorang membiarkan musuh meluncurkan 6.000 roket, pasti akan terjadi bahwa salah satunya pada akhirnya akan membunuh sejumlah besar warga sipil. Pertahanan udara tidak pernah seratus persen efektif. Masalah di Israel adalah bahwa pertahanan udara dan pengelolaan konflik, menyebabkan situasi di mana kedua solusi jangka pendek untuk berbagai tantangan ini menjadi sebuah strategi. Ini bukanlah strategi jangka panjang yang baik," ungkap Frantzman.
(ahm)
Lihat Juga :