Gembong Narkoba Meksiko El Mayo Zambada dan Putra El Chapo Ditangkap di Texas
Sabtu, 27 Juli 2024 - 19:50 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sebuah pernyataan, Jaksa Agung AS Merrick Garland mengatakan tuduhan terhadap Zambada Garcia dan Guzman Lopez berasal dari memimpin operasi kriminal Kartel, termasuk jaringan manufaktur dan perdagangan fentanil yang mematikan".
Baca Juga: AS Tuding TikTok Bisa Digunakan China Mempengaruhi Pemilu Presiden
“Kami tidak akan berhenti sampai setiap pemimpin, anggota, dan rekan kartel yang bertanggung jawab atas keracunan komunitas kami dimintai pertanggungjawaban,” kata Garland.
Presiden Joe Biden juga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa AS “akan terus melakukan segala cara yang kami bisa untuk meminta pertanggungjawaban para pengedar narkoba yang mematikan dan menyelamatkan nyawa orang Amerika”.
“Terlalu banyak warga negara kita yang kehilangan nyawa karena momok fentanil,” katanya.
Sementara itu, pihak berwenang Meksiko mengatakan mereka tidak terlibat dalam operasi tersebut, yang digambarkan oleh Presiden Andres Manuel Lopez Obrador sebagai “kemajuan penting dalam perang melawan perdagangan narkoba.”
Lopez Obrador mengatakan dia mengharapkan “laporan lengkap” dari Amerika Serikat tentang bagaimana orang-orang itu ditahan. “Harus ada transparansi,” katanya.
Kartel Sinaloa menyelundupkan narkoba ke lebih dari 50 negara di seluruh dunia dan merupakan salah satu dari dua kelompok kejahatan terorganisasi paling kuat di Meksiko,menurut otoritas AS.
Baca Juga: AS Tuding TikTok Bisa Digunakan China Mempengaruhi Pemilu Presiden
“Kami tidak akan berhenti sampai setiap pemimpin, anggota, dan rekan kartel yang bertanggung jawab atas keracunan komunitas kami dimintai pertanggungjawaban,” kata Garland.
Presiden Joe Biden juga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa AS “akan terus melakukan segala cara yang kami bisa untuk meminta pertanggungjawaban para pengedar narkoba yang mematikan dan menyelamatkan nyawa orang Amerika”.
“Terlalu banyak warga negara kita yang kehilangan nyawa karena momok fentanil,” katanya.
Sementara itu, pihak berwenang Meksiko mengatakan mereka tidak terlibat dalam operasi tersebut, yang digambarkan oleh Presiden Andres Manuel Lopez Obrador sebagai “kemajuan penting dalam perang melawan perdagangan narkoba.”
Lopez Obrador mengatakan dia mengharapkan “laporan lengkap” dari Amerika Serikat tentang bagaimana orang-orang itu ditahan. “Harus ada transparansi,” katanya.
Kartel Sinaloa menyelundupkan narkoba ke lebih dari 50 negara di seluruh dunia dan merupakan salah satu dari dua kelompok kejahatan terorganisasi paling kuat di Meksiko,menurut otoritas AS.
Lihat Juga :