AS Tuding TikTok Bisa Digunakan China Mempengaruhi Pemilu Presiden

Sabtu, 27 Juli 2024 - 18:30 WIB
loading...
AS Tuding TikTok Bisa...
TikTok bisa mempengaruhi pemilu presiden AS. Foto/EPA
A A A
WASHINGTON - Mengizinkan TikTok untuk terus dioperasikan oleh perusahaan induknya saat ini dapat memungkinkan pemerintah China untuk secara diam-diam memengaruhi pemilu AS. Demikian diungkapkan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) dalam pengajuan pengadilan pada Jumat malam (26/7/2024).

Dalam pengajuan pengadilan banding federal, jaksa penuntut menyuarakan kekhawatiran bahwa algoritme TikTok dapat digunakan dalam kampanye "manipulasi rahasia" untuk "memengaruhi pandangan orang Amerika untuk tujuannya sendiri."

“Di antaranya, hal itu akan memungkinkan pemerintah asing untuk secara tidak sah mencampuri sistem politik dan wacana politik kita, termasuk pemilihan umum kita,” tulis jaksa penuntut. Pengajuan tersebut menambahkan, “jika, misalnya, pemerintah China memutuskan bahwa hasil pemilihan umum Amerika tertentu cukup penting bagi kepentingan China.”

“Membiarkan pemerintah China tetap siap menggunakan TikTok secara maksimal pada saat yang sangat penting merupakan ancaman yang tidak dapat diterima bagi keamanan nasional,” tulis jaksa penuntut.

Pengajuan tersebut merupakan tanggapan atas gugatan federal yang diajukan TikTok terhadap pemerintah AS pada bulan Mei dalam upaya untuk memblokir undang-undang yang dapat memaksa pelarangan aplikasi tersebut secara nasional.

Undang-undang tersebut, yang ditandatangani Presiden Joe Biden pada bulan April, menyatakan bahwa TikTok harus menemukan pemilik baru paling lambat pertengahan Januari 2025 atau akan dilarang sepenuhnya dari Amerika Serikat.

Pengajuan pada hari Jumat tersebut menandai pertama kalinya pemerintah federal menanggapi gugatan tersebut. Pertarungan hukum tersebut dapat menentukan apakah kekhawatiran keamanan AS tentang hubungan TikTok dengan China dapat mengalahkan hak Amandemen Pertama dari 170 juta pengguna TikTok di AS.

Dalam gugatan mereka, TikTok dan Bytedance mengatakan bahwa hukum AS tidak konstitusional karena melanggar hak kebebasan berbicara dan mencegah warga Amerika mengakses informasi yang sah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved