Trump Sebut China sebagai Penipu Ulung

Senin, 24 Agustus 2020 - 18:32 WIB
loading...
Trump Sebut China sebagai...
Trump menyebut China sebagai penipu ulung, dengan mengatakan, bahwa tidak ada negara lain di dunia yang dapat menipu AS melebihi China. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyebut China sebagai penipu ulung. Dia mengatakan, bahwa tidak ada negara lain di dunia yang dapat menipu AS melebihi China .

Berbicara saat melakukan wawancara dengan Fox News, Trump menuturkan, bahwa gara-gara China, AS telah kehilangan banyak sekali uang. Dia mengatakan, kerjasama dengan China hanya menguntungkan Beijing. ( Baca juga: Vaksin China yang Dikembangkan pada Sel Serangga Siap Diuji Coba ke Manusia )

"Saya tidak ingin membakar dunia sekarang. Tapi, tidak ada negara yang telah menipu kami lebih dari China/ Kami kehilangan miliaran, ratusan miliar dolar," kata Trump dalam wawancara tersebut, seperti dilansir Sputnik pada Senin (24/8/2020).

"Kami tidak mendapatkan apa-apa dari China. Ya, kita mendapatkan beberapa barang yang dapat kita produksi sendiri, tetapi kita tidak mendapatkan apa-apa. Yang kita lakukan hanyalah kehilangan uang," sambungnya.

Dalam wawacara tersebut, Trump mengatakan bahwa dia tidak lagi sama melihat kesepakatan dagang antara AS dan China. Dia, dalam wawancara tersebut, meningkatkan kemungkinan "pemisahan" total dari China.

"Jika mereka tidak memperlakukan kami dengan benar, saya pasti akan melakukan itu. Sebelum krisis kesehatan Covid-19, hubungan AS-China mulai meningkat. Kami melakukan lebih baik daripada yang pernah kami lakukan dengan China dan saya siap untuk rock 'N' roll. Kemudian kami dihantam situasi sialan ini," ujarnya. ( Baca juga: Begini Cara China Menaklukkan Planet Mars Melalui Tianwen-1 )

Dia menegaskan kembali kesiapannya untuk mengambil sikap keras terhadap China. "Jika Anda melihat apa yang telah kami lakukan dengan China, tidak ada yang pernah melakukan (itu) ke China," katanya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved