Apa AI yang Beradaptasi Sendiri? Teknologi Baru Rusia yang Mampu Menjadi Pengubah Arah Perang di Masa Depan

Sabtu, 27 Juli 2024 - 15:30 WIB
loading...
Apa AI yang Beradaptasi...
Rusia mengembangkan AI yang mampu beradaptasi sendiri. Foto/EPA
A A A
MOSKOW - Sekelompok ilmuwan Rusia telah mengembangkan model kecerdasan buatan (AI) baru yang mampu beradaptasi sendiri dengan tugas dan konteks baru tanpa campur tangan manusia. Kedepannya, itu akan menjadi teknologi yang menjadi pengubah permainan perang di masa depan.

Apa AI yang Beradaptasi Sendiri? Teknologi Baru Rusia yang Mampu Menjadi Pengubah Arah Perang di Masa Depan

Model tersebut memungkinkan para pengembang mengatasi salah satu keterbatasan utama dalam pembelajaran mesin kontekstual, kata tim dari Lab Penelitian AI T-Bank (sebelumnya, Tinkoff Bank) dan Institut Penelitian Kecerdasan Buatan (AIRI) yang berpusat di Moskow dalam sebuah makalah yang dipublikasikan daring.

Model yang sudah ada sebelumnya, meskipun mampu belajar melakukan tugas baru saat diberi cukup data, masih dibatasi oleh serangkaian tindakan yang telah ditetapkan sebelumnya dan tetap, para peneliti menjelaskan. Pengenalan "ruang tindakan" baru kemudian akan membutuhkan serangkaian data baru, yang seringkali cukup luas, serta pembelajaran ulang model. "Keterbatasan ini akan membuat adaptasi ulang menjadi upaya yang mahal untuk beberapa aplikasi," kata mereka, dilansir RT.

Tim tersebut mengambil model pembelajaran mesin khusus yang disebut Algorithm Distillation (AD) dan memodifikasinya lebih lanjut untuk memenuhi tujuan yang ditetapkan. Metode AD melatih AI untuk melakukan tugas dengan memprediksi tindakan secara autoregresif sambil menggunakan kumpulan data riwayat pembelajarannya sebagai konteks.

Model Rusia tersebut dijuluki 'Headless-AD' dan dipresentasikan pada Konferensi Internasional tentang Pembelajaran Mesin di Wina minggu ini.

Pendekatan Headless-AD berarti model tersebut memperoleh kemampuan untuk mempelajari dan menerapkan tindakan baru sebagai respons terhadap tugas baru tanpa memerlukan masukan tambahan atau pembelajaran ulang oleh manusia.

Baca Juga: Apa itu DEI? Istilah yang Digunakan Partai Republik untuk Menyerang Kamala Harris

Menurut tim tersebut, AI mereka mampu melakukan tindakan lima kali lebih banyak daripada yang awalnya diajarkan. Para peneliti mengatakan hal ini dapat memiliki aplikasi yang luas dari teknologi luar angkasa hingga asisten rumah pintar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani Diancam Bunuh gegara Bela Palestina-Kecam Israel
Rekomendasi
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Infografis
3 Fakta Ukraina Tak...
3 Fakta Ukraina Tak Memiliki Masa Depan dalam Konflik Lawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved