Langka, Demonstran Palestina dan Yahudi Israel Bersatu dalam Pawai Perdamaian

Jum'at, 26 Juli 2024 - 10:48 WIB
loading...
A A A
Meskipun berbagai kelompok protes di Tel Aviv mungkin berbeda pendapat tentang politik, mereka memiliki kesamaan dalam seruan untuk gencatan senjata segera.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan kembali ambisinya pada "kemenangan total" saat berpidato di hadapan Kongres Amerika Serikat (AS) pada hari Rabu, sementara di dalam negeri, anggota koalisi sayap kanannya mengancam akan menggulingkan pemerintah atas kesepakatan apa pun dengan Hamas.

Serangan Hamas yang memulai perang pada 7 Oktober mengakibatkan kematian 1.197 orang di Israel, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka resmi Israel.

Sedangkan serangan brutal Israel telah menewaskan sedikitnya 39.175 warga Palestina di Gaza, menurut kementerian kesehatan wilayah yang dikuasai Hamas tersebut.

"Kita harus ingat bahwa perdamaian adalah sebuah pilihan, kita tidak harus meyakinkan sayap kanan...kita hanya perlu meyakinkan orang-orang di tengah yang tidak menginginkan perang lagi," kata Maya Ofer (23), seorang mahasiswa dan anggota kelompok aktivis Standing Together, yang mengorganisir pawai tersebut.

Direktur bersama kelompok tersebut, Rula Daoud, berbicara kepada massa sambil melambaikan spanduk bertuliskan "perdamaian sekarang" dan "perang tidak mengenal pemenang".

Para demonstran menegaskan bahwa visi mereka untuk solusi politik jangka panjang tidak berasal dari idealisme, tetapi pragmatisme yang mendalam.

"Dua bangsa hidup di negara ini, dan tidak satu pun dari mereka akan pergi ke mana pun," kata Daoud.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Trump Ancam Ambil Alih...
Trump Ancam Ambil Alih Selat Hormuz, Sebut AS Malaikat Pelindung
Rekomendasi
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved