Waswas Perang dengan Rusia Pecah, 500.000 Tentara NATO Siaga Tinggi
Selasa, 23 Juli 2024 - 13:39 WIB
loading...
A
A
A
“Sekitar sepertiga anggota NATO menjalani wajib militer,” kata Dakhlallah.
“Beberapa sekutu sedang mempertimbangkan wajib militer. Namun sebagai aliansi kami tidak menetapkan wajib militer,” paparnya.
"Yang penting adalah sekutu terus memiliki angkatan bersenjata yang mampu melindungi wilayah dan penduduk kami," imbuh Dakhlallah, yang dilansir Newsweek, Selasa (23/7/2024).
NATO telah berjuang untuk memobilisasi kekuatan militer dan industrinya yang besar sejak agresi langsung Rusia terhadap Ukraina dimulai pada tahun 2014.
Respons awal sekutu-sekutu NATO terhadap aneksasi Crimea dan pendudukan sebagian wilayah Donbas oleh Rusia dikritik di Kyiv dan di tempat lain karena dianggap ragu-ragu dan tidak memadai.
Invasi besar-besaran Moskow ke Ukraina pada Februari 2022 dan perang gesekan yang terjadi setelahnya memperlihatkan keterbatasan NATO, di mana aliansi tersebut—khususnya anggota non-AS—berjuang untuk memenuhi kebutuhan militer Ukraina.
“Beberapa sekutu sedang mempertimbangkan wajib militer. Namun sebagai aliansi kami tidak menetapkan wajib militer,” paparnya.
"Yang penting adalah sekutu terus memiliki angkatan bersenjata yang mampu melindungi wilayah dan penduduk kami," imbuh Dakhlallah, yang dilansir Newsweek, Selasa (23/7/2024).
NATO telah berjuang untuk memobilisasi kekuatan militer dan industrinya yang besar sejak agresi langsung Rusia terhadap Ukraina dimulai pada tahun 2014.
Respons awal sekutu-sekutu NATO terhadap aneksasi Crimea dan pendudukan sebagian wilayah Donbas oleh Rusia dikritik di Kyiv dan di tempat lain karena dianggap ragu-ragu dan tidak memadai.
Invasi besar-besaran Moskow ke Ukraina pada Februari 2022 dan perang gesekan yang terjadi setelahnya memperlihatkan keterbatasan NATO, di mana aliansi tersebut—khususnya anggota non-AS—berjuang untuk memenuhi kebutuhan militer Ukraina.
Lihat Juga :