Profil Kamala Harris, Wapres AS yang Didukung Biden Jadi Capres

Senin, 22 Juli 2024 - 09:12 WIB
loading...
A A A
Sebelum terpilih sebagai wakil presiden, Harris menjabat sebagai senator Amerika Serikat dari California sejak tahun 2017 hingga 2021.

Ibunya adalah Shyamala Gopalan Harris, wanita kelahiran India 7 April 1938. Shyamala Gopalan adalah seorang ahli biokimia yang pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1958 untuk mengejar gelar doktor di bidang nutrisi dan biokimia. Dia memperoleh gelar Ph.D. dari University of California, Berkeley pada tahun 1964. Shyamala Gopalan meninggal pada tahun 2009.

Ayahnya, Donald Harris, adalah pria kelahiran Jamaika 23 Agustus 1938. Donald Harris adalah seorang profesor ekonomi yang mengajar di University of California, Berkeley. Dia pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1961 untuk mengejar gelar master dan doktor di bidang ekonomi. Donald Harris memiliki latar belakang keturunan Afrika dan keturunan Jamaika.

1. Pendidikan Kamala Harris


Kamala Harris lahir pada 20 Oktober 1964 di Oakland, California. Keluarganya memiliki latar belakang budaya yang kaya dan mendidik Harris dengan nilai-nilai keras dan pendidikan yang kuat.

Harris lulus dengan gelar sarjana di bidang Politik dan Ekonomi dari Howard University di Washington, D.C. pada tahun 1986. Selanjutnya, ia mendapatkan gelar Juris Doctor (J.D.) dari Sekolah Hukum Universitas California, Hastings pada tahun 1989.

2. Karier Hukum


Setelah lulus dari sekolah hukum, Kamala Harris bekerja sebagai jaksa penuntut di Kantor Jaksa Distrik Alameda County, California.

Dia kemudian pindah ke San Francisco, di mana dia menjadi jaksa distrik San Francisco pada tahun 2003. Pada tahun 2010, Harris terpilih sebagai Jaksa Agung California, menjadikannya wanita pertama yang menjabat dalam posisi tersebut di negara bagian California.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Iran Larang Badan Energi...
Iran Larang Badan Energi Atom Periksa Fasilitas Nuklir yang Hancur Diserang AS
Rekomendasi
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Percepat Program Prioritas...
Percepat Program Prioritas Ketahanan Pangan, KKP Dorong Kolaborasi Nasional
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved