Bangladesh Rusuh, Mahasiswa Bakar Stasiun TV Negara dan 32 Orang Tewas

Jum'at, 19 Juli 2024 - 10:32 WIB
loading...
A A A
Beberapa kota di Bangladesh menyaksikan kekerasan sepanjang hari ketika polisi antihuru-hara bergerak menuju pengunjuk rasa yang kembali memulai blokade manusia di jalan raya.

Helikopter menyelamatkan 60 petugas polisi yang terjebak di atap gedung kampus Canadian University, tempat terjadinya beberapa bentrokan paling sengit di Dhaka pada hari Kamis, kata pasukan polisi Batalyon Aksi Cepat dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah Matikan Internet


Warga Bangladesh melaporkan pemadaman internet seluler yang meluas di seluruh negeri pada hari Kamis, dua hari setelah penyedia internet memutus akses ke Facebook—platform utama pengorganisasian kampanye protes.

Menteri Telekomunikasi Zunaid Ahmed Palak mengatakan kepada AFP bahwa pemerintah telah memerintahkan jaringan tersebut diputus.

Dia sebelumnya mengatakan kepada wartawan bahwa media sosial telah “dipersenjatai sebagai alat untuk menyebarkan rumor, kebohongan dan disinformasi”, sehingga memaksa pemerintah untuk membatasi akses.

Seiring dengan tindakan keras polisi, para demonstran dan mahasiswa yang bersekutu dengan Liga Awami yang berkuasa, juga saling bentrok di jalan-jalan dengan batu bata dan batang bambu.

Pidato nasional PM Hasina tidak menyebutkan tanggung jawab atas kematian tersebut, namun deskripsi dari otoritas rumah sakit dan mahasiswa menunjukkan setidaknya beberapa orang meninggal ketika polisi menggunakan senjata yang dianggap tidak mematikan dalam demonstrasi.

Kelompok hak asasi manusia (HAM) Amnesty International mengatakan bukti video dari bentrokan minggu ini menunjukkan bahwa pasukan keamanan Bangladesh telah menggunakan kekuatan yang melanggar hukum.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Menteri Bangladesh Selamatkan...
Menteri Bangladesh Selamatkan 'Donald Trump' dari Penyembelihan di Hari Raya Iduladha
Presiden Ini Rela Potong...
Presiden Ini Rela Potong Gaji 50% usai Dituntut Lengser oleh Rakyat
9 Demo Terbesar dalam...
9 Demo Terbesar dalam Sejarah AS: 'No Kings' Pecah Rekor 8 Juta Demonstran dalam Sehari
Senator AS Kutuk Trump...
Senator AS Kutuk Trump dalam Demo No Kings: Kita Dibohongi Hari Ini tentang Perang di Iran
Langka, Korsel Protes...
Langka, Korsel Protes Amerika soal Jet Tempur AS dan China Nyaris Bentrok
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
75 Gol dalam 24 Laga,...
75 Gol dalam 24 Laga, Piala Dunia 2026 Penuh Drama
AHWA dan Masa Depan...
AHWA dan Masa Depan Kepemimpinan NU
Tongkat Komando di Kopasgat...
Tongkat Komando di Kopasgat Berganti, Ada Kasiintel hingga Wadansatbravo 90 Pasgat
Berita Terkini
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Infografis
10 Film dan Acara TV...
10 Film dan Acara TV yang Meramalkan Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved