Karier Politik JD Vance Cawapres Donald Trump
Rabu, 17 Juli 2024 - 20:05 WIB
loading...
A
A
A
Memoar Vance, Hillbilly Elegy, memberinya reputasi sebagai seseorang yang dapat membantu menjelaskan daya tarik Trump di Amerika tengah, dan terutama di kalangan pemilih kulit putih pedesaan kelas pekerja yang membantu Trump memenangkan kursi kepresidenan pada tahun 2016.
Buku tersebut merinci kehidupan di komunitas Appalachian yang keluar dari Partai Demokrat yang banyak warganya temukan terputus dari pekerjaan sehari-hari mereka.
Meskipun buku tersebut menjadi buku terlaris, buku tersebut juga dikritik karena terkadang terlalu menyederhanakan kehidupan pedesaan dan mengabaikan peran rasisme dalam politik modern.
Baca Juga: Iran Tepis Tudingan Terlibat dalam Upaya Pembunuhan Donald Trump
![Karier Politik JD Vance Cawapres Donald Trump]()
Foto/Reuters
Pada tahap awal karir politik Trump, Vance menyebutnya sebagai “penipu total”, “bencana moral”, dan “Hitlernya Amerika”.
Namun seperti banyak anggota Partai Republik yang mencari relevansi di era Trump, Vance akhirnya mengubah nada bicaranya. Dia mengatakan dia terbukti salah dengan kinerja Trump saat menjabat dan berkembang menjadi salah satu pembela Trump yang paling gigih.
Vance mendapat penghargaan atas perubahan haluannya selama upayanya untuk mendapatkan kursi terbuka di Senat pada tahun 2022, di mana ia mendapatkan dukungan yang didambakan Trump dan meraih kemenangan dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik yang padat dan pemilihan umum yang diperjuangkan dengan keras oleh Partai Demokrat.
Buku tersebut merinci kehidupan di komunitas Appalachian yang keluar dari Partai Demokrat yang banyak warganya temukan terputus dari pekerjaan sehari-hari mereka.
Meskipun buku tersebut menjadi buku terlaris, buku tersebut juga dikritik karena terkadang terlalu menyederhanakan kehidupan pedesaan dan mengabaikan peran rasisme dalam politik modern.
Baca Juga: Iran Tepis Tudingan Terlibat dalam Upaya Pembunuhan Donald Trump
4. Pernah Menyebut Trump sebagai Hitler

Foto/Reuters
Pada tahap awal karir politik Trump, Vance menyebutnya sebagai “penipu total”, “bencana moral”, dan “Hitlernya Amerika”.
Namun seperti banyak anggota Partai Republik yang mencari relevansi di era Trump, Vance akhirnya mengubah nada bicaranya. Dia mengatakan dia terbukti salah dengan kinerja Trump saat menjabat dan berkembang menjadi salah satu pembela Trump yang paling gigih.
Vance mendapat penghargaan atas perubahan haluannya selama upayanya untuk mendapatkan kursi terbuka di Senat pada tahun 2022, di mana ia mendapatkan dukungan yang didambakan Trump dan meraih kemenangan dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik yang padat dan pemilihan umum yang diperjuangkan dengan keras oleh Partai Demokrat.
Lihat Juga :