Militer Israel Cabut Klaim Mereka Bunuh Komandan Al-Qassam Deif dalam Pembantaian Mawasi
Senin, 15 Juli 2024 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
Laporan itu mengklaim, sebagian besar waktunya, dia berada di terowongan bawah tanah, terutama di bawah kamp pengungsi Khan Yunis.
“Meskipun Divisi 98 bermanuver selama empat bulan di Khan Yunis, tidak diketahui apakah pasukan tersebut telah mendekati Deif atau mencapai tempat dia tinggal,” papar laporan stasiun radio tersebut.
“Perkiraan Israel menunjukkan baru-baru ini, Deif membiarkan dirinya meninggalkan terowongan, karena negosiasi kesepakatan pertukaran tahanan sedang berlangsung dan dia tiba di kompleks keluarga Salameh yang terletak di atas tanah di Al-Mawasi,” ungkap laporan itu.
“Rafa'a Salameh, komandan Brigade Khan Yunis, baru saja tiba di lokasi di Al-Mawasi, dan ini bukan tempat tinggal tetap keluarga tersebut,” papar laporan media kolonial Israel.
Media Israel menambahkan, “Oleh karena itu, peluang intelijen dan operasional dalam pembunuhan ganda ini dianggap luar biasa, dua burung gemuk dengan satu batu.”
“Meskipun Divisi 98 bermanuver selama empat bulan di Khan Yunis, tidak diketahui apakah pasukan tersebut telah mendekati Deif atau mencapai tempat dia tinggal,” papar laporan stasiun radio tersebut.
“Perkiraan Israel menunjukkan baru-baru ini, Deif membiarkan dirinya meninggalkan terowongan, karena negosiasi kesepakatan pertukaran tahanan sedang berlangsung dan dia tiba di kompleks keluarga Salameh yang terletak di atas tanah di Al-Mawasi,” ungkap laporan itu.
“Rafa'a Salameh, komandan Brigade Khan Yunis, baru saja tiba di lokasi di Al-Mawasi, dan ini bukan tempat tinggal tetap keluarga tersebut,” papar laporan media kolonial Israel.
Media Israel menambahkan, “Oleh karena itu, peluang intelijen dan operasional dalam pembunuhan ganda ini dianggap luar biasa, dua burung gemuk dengan satu batu.”
Lihat Juga :