Keamanan Trump Diterobos Sniper, Secret Service Diminta Bertanggungjawab

Minggu, 14 Juli 2024 - 15:50 WIB
loading...
A A A
Selama sebagian besar pemberhentian kampanye Trump, polisi setempat membantu Secret Service mengamankan tempat tersebut. Agen dari lembaga lain di Departemen Keamanan Dalam Negeri, seperti Administrasi Keamanan Transportasi, terkadang membantu.

Banyak kampanye Trump yang dihadiri ribuan penonton, berlangsung di udara terbuka, dan berlangsung berjam-jam.

Sebelum acara berlangsung, para agen memindai lokasi untuk mencari bom atau ancaman lainnya, dan Trump selalu datang dengan iring-iringan mobil yang dibentengi.

Aparat penegak hukum biasanya memasang penghalang sebagai pembatas, dan mengharuskan semua peserta melewati detektor logam untuk memasuki tempat tersebut. Agen pelindung bersenjata menggeledah tas dan bahkan dompet semua peserta. Banyak pengunjung reli yang ditepuk dengan tangan.

Paul Eckloff, mantan agen Secret Service yang pensiun pada tahun 2020, mengatakan para agen akan mensurvei semua atap dengan jarak pandang sebelumnya.

“Orang ini menyembunyikan diri hingga menjadi ancaman, atau tidak menjadi ancaman hingga mengungkapkan senjatanya,” kata Eckloff.

Beberapa saat setelah Trump terluka, mantan presiden tersebut dengan cepat dikepung oleh personel Dinas Rahasia yang membentuk perisai manusia. Agen bersenjata lengkap yang mengenakan pelindung tubuh dan membawa senapan juga naik ke panggung dan tampak memindai area tersebut untuk mencari ancaman.

Trump dibawa oleh agen ke sebuah SUV hitam, dan dibawa ke rumah sakit setempat, menurut kampanye tersebut.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-9 Beruntun usai Tentaranya Tewas Lagi Digempur Iran
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Meningkat Jadi 5.208 Orang, 16.740 Luka-Luka
Daftar Lengkap Juara...
Daftar Lengkap Juara Piala Dunia dari 1930 hingga 2026, Negara Mana yang Terbanyak?
Rekomendasi
Argentina Terancam Sanksi...
Argentina Terancam Sanksi FIFA, Hukuman Berat Menanti usai Ricuh di Final Piala Dunia 2026
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Berita Terkini
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved