Detik-detik Kronologi Donald Trump Ditembak saat Kampanye Pilpres AS
Minggu, 14 Juli 2024 - 09:08 WIB
loading...
Para saksi mata bercerita detik-detik kronologi Donald Trump ditembak saat kampanye Pilpres AS. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Calon presiden (capres) Donald Trump masih selamat setelah ditembak sniper ketika sedang berpidato kampanye untuk pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) di Pennsylvania, Sabtu waktu setempat. Para saksi mata telah menceritakan detik-detik kronologi penembakan tersebut.
Trump, capres dari Partai Republik, terluka dalam penembakan sebagai upaya pembunuhan terhadap dirinya. Darah segar terlihat keluar dari telinga kanannya saat dia diselamatka para agen Secret Service.
Sebelum penembakan terjadi, para saksi mengatakan mereka berusaha mati-matian untuk memperingatkan polisi bahwa seorang sniper yang membawa senapan sedang merangkak di atap.
Baca Juga: BREAKING NEWS-Donald Trump Ditembak saat Kampanye Pilpres AS
“Anda dapat dengan jelas melihatnya membawa senapan,” kata salah satu saksi, seorang pria yang mengenakan topi MAGA 2020, kepada BBC News, Minggu (14/7/2024), menceritakan kronologi penembakan.
“Kami menunjuk ke arahnya. Polisi sedang berlarian di lapangan," ujarnya.
"Kami seperti, 'Hei, kawan, orang di atap dengan senapan itu'. Dan polisi bertanya, 'Hah?' Mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi."
Trump, capres dari Partai Republik, terluka dalam penembakan sebagai upaya pembunuhan terhadap dirinya. Darah segar terlihat keluar dari telinga kanannya saat dia diselamatka para agen Secret Service.
Sebelum penembakan terjadi, para saksi mengatakan mereka berusaha mati-matian untuk memperingatkan polisi bahwa seorang sniper yang membawa senapan sedang merangkak di atap.
Baca Juga: BREAKING NEWS-Donald Trump Ditembak saat Kampanye Pilpres AS
“Anda dapat dengan jelas melihatnya membawa senapan,” kata salah satu saksi, seorang pria yang mengenakan topi MAGA 2020, kepada BBC News, Minggu (14/7/2024), menceritakan kronologi penembakan.
“Kami menunjuk ke arahnya. Polisi sedang berlarian di lapangan," ujarnya.
"Kami seperti, 'Hei, kawan, orang di atap dengan senapan itu'. Dan polisi bertanya, 'Hah?' Mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi."
Lihat Juga :