Donald Trump Ditembak saat Kampanye Pilpres AS, Begini Reaksi Joe Biden
Minggu, 14 Juli 2024 - 08:28 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, donor utama Partai Demokrat, Reid Hoffman, menanggapi kritik atas pendanaannya untuk tuntutan hukum terhadap Trump dengan mengatakan; “Saya berharap saya benar-benar menjadikannya seorang martir.”
Senator J.D. Vance dari Ohio, yang dikabarkan akan menjadi calon wakil presiden Trump, menuduh Partai Demokrat mengilhami penembakan tersebut.
“Hari ini bukan hanya kejadian yang terisolasi. Premis utama kampanye Biden adalah bahwa Presiden Donald Trump adalah seorang fasis otoriter yang harus dihentikan dengan cara apa pun,” katanya.
“Retorika tersebut mengarah langsung pada percobaan pembunuhan Presiden Trump.”
Vivek Ramaswamy, yang menantang Trump untuk nominasi capres Partai Republik sebelum mendukungnya, menolak “ritual kecaman terhadap kekerasan politik” yang dilontarkan Biden sebagai hal yang “tidak cukup dan tidak relevan”.
“Tidak ada kata-kata yang bertele-tele saat ini yang dapat mengubah iklim nasional yang beracun yang menyebabkan tragedi ini,” kata Ramaswamy.
“Saat ini, kelangsungan hidup Amerika Serikat di masa depan hanya tinggal sehelai rambut saja jika terkena peluru.”
Senator J.D. Vance dari Ohio, yang dikabarkan akan menjadi calon wakil presiden Trump, menuduh Partai Demokrat mengilhami penembakan tersebut.
“Hari ini bukan hanya kejadian yang terisolasi. Premis utama kampanye Biden adalah bahwa Presiden Donald Trump adalah seorang fasis otoriter yang harus dihentikan dengan cara apa pun,” katanya.
“Retorika tersebut mengarah langsung pada percobaan pembunuhan Presiden Trump.”
Vivek Ramaswamy, yang menantang Trump untuk nominasi capres Partai Republik sebelum mendukungnya, menolak “ritual kecaman terhadap kekerasan politik” yang dilontarkan Biden sebagai hal yang “tidak cukup dan tidak relevan”.
“Tidak ada kata-kata yang bertele-tele saat ini yang dapat mengubah iklim nasional yang beracun yang menyebabkan tragedi ini,” kata Ramaswamy.
“Saat ini, kelangsungan hidup Amerika Serikat di masa depan hanya tinggal sehelai rambut saja jika terkena peluru.”
(mas)
Lihat Juga :