Partai Kiri Berkuasa, Miliarder Prancis Ramai-ramai Hengkang

Sabtu, 13 Juli 2024 - 18:05 WIB
loading...
Partai Kiri Berkuasa,...
Miliarder Prancis tinggalkan negara itu karena partai sayap kiri berkuasa. Foto/AP
A A A
PARIS - Banyak penduduk paling kaya di Prancis mungkin mempertimbangkan untuk meninggalkan negara tersebut karena kekhawatiran mengenai ketidakstabilan politik dan prospek pajak yang lebih tinggi sehubungan dengan pemilihan parlemen baru-baru ini.

Itu dilaporkan Bloomberg mengutip para manajer kekayaan. Pemungutan suara baru-baru ini tidak menghasilkan satu partai pun yang memperoleh mayoritas absolut, sehingga menghasilkan parlemen yang menggantung, namun aliansi sayap kiri mengambil kursi terbanyak.

Beberapa penasihat kekayaan mengatakan banyak klien mereka yang panik sudah mulai mentransfer modal ke luar negeri dan mulai mempertimbangkan kemungkinan ekspatriasi. Sebagian besar khawatir bahwa, meskipun kelompok sayap kanan dan sayap kiri tidak memenangkan pemilu secara langsung, usulan kampanye beberapa partai, seperti pajak yang lebih tinggi, akan segera menjadi undang-undang.

“Kami memiliki klien baru seperti para eksekutif puncak yang menanyakan apa yang dapat mereka lakukan untuk melindungi diri mereka sendiri. Setelah Brexit, terjadi gelombang masuk bankir ke Prancis, namun orang-orang berpenghasilan tinggi ini akan pergi karena mereka tidak mau membayar pajak lebih banyak,” kata Xenia Legendre, Managing Partner di firma hukum Hogan Lovells yang berbasis di Paris, dilansir Bloomberg.

Front Populer Baru (NFP) sayap kiri, yang memenangkan kursi terbanyak dalam pemilu, berjanji akan mengenakan pajak atas keuntungan besar perusahaan dan menerapkan kembali pajak kekayaan bagi orang kaya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Kisah Paredes Dicuekin...
Kisah Paredes Dicuekin Messi Sampai 3 Bulan Gara-gara Liga Champions
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved