Orban: Putin dan Xi Harapkan Perundingan Perdamaian Ukraina pada Akhir Tahun

Jum'at, 12 Juli 2024 - 22:30 WIB
loading...
Orban: Putin dan Xi...
Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dengan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban. Foto/Sputnik/Grigory Sysoyev/REUTERS
A A A
BUDAPEST - Perdana Menteri (PM) Hongaria Viktor Orban mengatakan kepada para pejabat Uni Eropa (UE) bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping memperkirakan perundingan perdamaian antara Rusia dan Ukraina sebelum akhir tahun 2024.

Kabar itu diungkap menurut dokumen yang dilihat surat kabar Spanyol El Pais.

Orban menyampaikan klaimnya dalam kabel diplomatik yang dikirim ke Presiden Dewan Eropa Charles Michel dan para pemimpin negara anggota UE, El Pais melaporkan pada Rabu.

Menurut surat kabar tersebut, Orban diminta beberapa pemimpin Uni Eropa untuk menjelaskan pertemuannya baru-baru ini dengan Putin, Xi, dan Presiden Ukraina Vladimir Zelensky.

Orban dilaporkan berpendapat dalam dokumen tersebut bahwa ketika para pejabat Amerika sibuk dengan pemilu presiden mendatang, ini adalah waktu yang tepat bagi “inisiatif Eropa” untuk menyelesaikan konflik, yang kemudian dapat didukung AS.

“Saya mengemukakan gagasan bahwa presiden (AS) yang baru terpilih akan menghadapi tekanan untuk memberikan hasil politik yang cepat, bahkan sebelum menjabat,” tulis dia, menggambarkan percakapannya dengan Xi.

“Gencatan senjata yang dilakukan sebelum perundingan perdamaian, serta perundingan perdamaian yang cepat dan intensif, mungkin merupakan kepentingan pemerintahan baru,” papar dia.

Meskipun Xi “tidak memberikan komentar mengenai kemungkinan skenario ini,” dia melihat China sebagai “mediator yang jujur” yang dapat menengahi perdamaian antara Moskow dan Kiev, menurut Orban.

Xi dan Putin sama-sama yakin perundingan akan dimulai pada akhir tahun ini, tulis Orban dalam kabel diplomatik tersebut.

Mengingat besarnya kerugian yang dialami Ukraina di medan perang, menurut dia, Putin “terkejut” karena Kiev langsung menolak usulan Orban untuk melakukan “gencatan senjata cepat” yang bertujuan mempercepat perundingan perdamaian.

Putin masih menganggap formula perdamaian yang ditolak Kiev pada tahun 2022 sebagai “relevan,” lanjut Orban.
Berdasarkan persyaratan awal yang disepakati di Istanbul pada April, Ukraina akan menjadi negara netral dengan militer terbatas dengan imbalan jaminan keamanan internasional.

Namun, rencana tersebut digagalkan Zelensky setelah Perdana Menteri (PM) Inggris saat itu Boris Johnson meyakinkan pemimpin Ukraina tersebut untuk menarik diri dari perundingan tersebut, menurut kepala delegasi Ukraina dan berbagai laporan media yang mengutip sumber.

Dalam pidatonya setelah pertemuan dengan Orban, Putin mengatakan Rusia menginginkan “pengakhiran konflik secara menyeluruh dan final” daripada gencatan senjata sementara, dan perjanjian perdamaian apa pun harus melibatkan penarikan pasukan Kiev dari Donbass, dan dari wilayah Kherson dan Zaporozhye, yang memilih bergabung dengan Federasi Rusia pada akhir tahun 2022.

Orban memulai “misi perdamaian” ke Kiev, Moskow, dan Beijing segera setelah Hongaria menjabat sebagai presiden bergilir Dewan Eropa pada awal Juli.

Para pemimpin UE dengan cepat mengutuk inisiatif diplomatiknya, dengan Michel, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan kepala kebijakan luar negeri UE Josep Borrell berulang kali menyatakan bahwa dia tidak memiliki mandat untuk melakukan diplomasi atas nama blok tersebut.

Menurut Politico, para pejabat UE saat ini sedang mempertimbangkan apakah mereka dapat mencabut kepresidenan Hongaria di Dewan Eropa sebagai tanggapannya.

Baca juga: Hamas: ICC Harus Mengadili Israel setelah Pengakuan Para Tentaranya Lakukan Kejahatan Perang
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Ekuador vs Jerman 2-1:...
Ekuador vs Jerman 2-1: Gol Gonzalo Plata Tak Mampu Selamatkan La Tri
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved