Ukraina Ciptakan Legiun Baru untuk Warga yang Tinggal di Luar Negeri

Rabu, 10 Juli 2024 - 22:50 WIB
loading...
Ukraina Ciptakan Legiun...
Ukraina menciptakan legiun baru untuk membujuk warga yang di luar negeri bergabung bersama militer. Foto/AP
A A A
MOSKOW - Militer Ukraina meluncurkan inisiatif baru untuk menarik para lelaki usia tempur yang tinggal di luar negeri untuk mendaftar militer, seiring dengan upaya Kyiv yang mati-matian untuk mengisi kembali pasukannya yang terkuras di garis depan.

Pembentukan Legiun Ukraina terjadi setelah lebih dari dua tahun pertempuran, yang menyebabkan banyak korban jiwa menguras tenaga militer yang dibutuhkan untuk melawan pasukan Rusia yang maju.

Pembentukan unit baru ini merupakan bagian dari perjanjian keamanan lebih luas yang ditandatangani oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Perdana Menteri Polandia Donald Tusk awal pekan ini.

“Kami menyerukan kepada seluruh warga Ukraina di Eropa untuk bergabung dengan Legiun Ukraina. Kontribusi Anda sangat berharga dalam perjuangan kami untuk kebebasan dan kemerdekaan,” Menteri Pertahanan Rustem Umerov mengumumkan melalui media sosial pada Selasa malam.

Inisiatif ini bertujuan untuk merekrut sukarelawan dari kelompok pria Ukraina yang tinggal di Eropa, khususnya Polandia dan Jerman, yang merupakan rumah bagi pengungsi Ukraina dalam jumlah terbesar.

Baca Juga: Jumlah Anggota Parlemen Muslim di Inggris Meningkat Tajam

Diperkirakan 300.000 pria Ukraina dalam usia berperang diyakini tinggal di Polandia saja.

Ratusan ribu pria Ukraina diyakini telah tinggal di Eropa sebelum perang, sementara sejumlah lainnya melarikan diri setelah invasi Rusia – sebagian secara legal dan lainnya melalui cara-cara terlarang.

Pengesahan undang-undang baru pada bulan Mei yang menurunkan usia minimum untuk mobilisasi dari 27 tahun menjadi 25 tahun juga telah mendorong banyak orang untuk menghindari potensi wajib militer.

Umerov mengatakan anggota unit baru tersebut akan menerima pelatihan di Polandia dan diberikan peralatan terbaik.

Polandia tampak berhati-hati atas inisiatif ini.

"Pada tahap ini, masih terlalu dini untuk membicarakan rinciannya. Masalah ini sedang dibahas antara kementerian pertahanan kedua negara," kata layanan pers kementerian pertahanan Polandia kepada AFP, Rabu.

Menyusul pengumuman tersebut, Brigade Penyerangan Ketiga yang populer di Ukraina mengatakan perwakilannya akan segera melakukan tur ke negara-negara Eropa untuk memberikan lebih banyak informasi tentang unit mereka serta “cerita paling epik dari garis depan”.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Konser I Love RCTI Cimahi...
Konser I Love RCTI Cimahi Siap Guncang Panggung dengan Armada, Trio Macan hingga Shabrina Leanor!
Kisah Inspiratif Nasabah...
Kisah Inspiratif Nasabah PNM Warnai Grand Final Pro Futsal League 2026
Inggris vs Ghana: The...
Inggris vs Ghana: The Three Lions Menuju Rekor Baru
Berita Terkini
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Infografis
10 Jurusan S2 dengan...
10 Jurusan S2 dengan Gaji Paling Tinggi di Luar Negeri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved