Jumlah Sebenarnya Warga Gaza yang Dibantai Israel Bisa Lebih dari 186.000 Orang
Selasa, 09 Juli 2024 - 08:05 WIB
loading...
Jurnal medis Inggris, The Lancet, melaporkan jumlah sebenarnya warga Gaza yang dibantai Israel bisa lebih dari 186.000 orang. Foto/REUTERS/Dawoud Abu Alkas
A
A
A
GAZA - Jurnal medis Inggris, The Lancet, mengeluarkan peringatan mengerikan bahwa jumlah korban tewas sebenarnya akibat invasi brutal Israel di Jalur Gaza, Palestina, bisa mencapai lebih dari 186.000 jiwa. Itu setara dengan 8 persen populasi Gaza.
Menurut sumber pemerintah Gaza, jumlah korban tewas resmi saat ini mencapai hampir 38.200 orang.
Namun, laporan terbaru The Lancet berjudul “Counting the Dead in Gaza: Difficult but Essential (Menghitung Orang Mati di Gaza: Sulit tapi Penting)”, menunjukkan bahwa angka resmi tersebut jauh di bawah perkiraan.
Baca Juga: Wakil Menteri Palestina Meninggal Diserang Pesawat Militer Israel
Jumlah sebenarnya kemungkinan besar mencakup ribuan orang yang masih terjebak di bawah reruntuhan dan mereka yang terkena dampak sekunder konflik, seperti kekurangan gizi, penyakit, dan kurangnya perawatan medis.
Kontributor utama terhadap banyaknya korban jiwa adalah 14.000 bom, masing-masing berbobot 2.000 pon, yang dipasok oleh Amerika Serikat (AS) ke Israel. Bom-bom ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa namun juga menghancurkan infrastruktur Gaza, memperburuk kondisi yang menyebabkan kematian tambahan.
Hancurnya fasilitas kesehatan, jaringan distribusi makanan, dan sistem sanitasi telah menyebabkan penduduk berada dalam kondisi yang berbahaya.
Menurut sumber pemerintah Gaza, jumlah korban tewas resmi saat ini mencapai hampir 38.200 orang.
Namun, laporan terbaru The Lancet berjudul “Counting the Dead in Gaza: Difficult but Essential (Menghitung Orang Mati di Gaza: Sulit tapi Penting)”, menunjukkan bahwa angka resmi tersebut jauh di bawah perkiraan.
Baca Juga: Wakil Menteri Palestina Meninggal Diserang Pesawat Militer Israel
Jumlah sebenarnya kemungkinan besar mencakup ribuan orang yang masih terjebak di bawah reruntuhan dan mereka yang terkena dampak sekunder konflik, seperti kekurangan gizi, penyakit, dan kurangnya perawatan medis.
Kontributor utama terhadap banyaknya korban jiwa adalah 14.000 bom, masing-masing berbobot 2.000 pon, yang dipasok oleh Amerika Serikat (AS) ke Israel. Bom-bom ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa namun juga menghancurkan infrastruktur Gaza, memperburuk kondisi yang menyebabkan kematian tambahan.
Hancurnya fasilitas kesehatan, jaringan distribusi makanan, dan sistem sanitasi telah menyebabkan penduduk berada dalam kondisi yang berbahaya.
Lihat Juga :