Kecelakaan, Kapal Perang Iran Sahand Tenggelam Sebagian di Bandar Abbas

Senin, 08 Juli 2024 - 08:38 WIB
loading...
Kecelakaan, Kapal Perang...
Kapal perang Sahand milik Iran tenggelam sebagian di selatan Pelabuhan Bandar Abbas pada Minggu sore. Foto/The Iran International
A A A
TEHERAN - Sebuah kapal perang Iran tenggelam sebagian pada Minggu sore setelah apa yang diklaim pihak berwenang sebagai sebuah kecelakaan.

Insiden itu terjadi di selatan Pelabuhan Bandar Abbas. Selain kapal tenggelam sebagian, dua pelautnya dinyatakan hilang.

"Sahand mengalami kecelakaan dan sebagian tenggelam," tulis kantor berita Mehr.

Media Iran lainnya, IRNA, menerbitkan laporan serupa, mengutip media yang berafiliasi dengan Kementerian Pertahanan. Menurut laporan tersebut, bagian-bagian kapal perang tenggelam dan tim sedang bekerja untuk menyeimbangkannya.

Baca Juga: AS Bersiap Karamkan USS Tarawa, Dianggap Latihan Tenggelamkan Kapal Induk China

"Kecelakaan itu mungkin disebabkan oleh masalah pada tangki keseimbangan kapal atau infiltrasi air selama perbaikan," kata Salman Zarbi, kepala Kompleks Industri Pembuatan Kapal dan Lepas Pantai Iran (Isoico), seperti dikutip The National, Senin (8/7/2024).

Sahand, kapal perang pembawa rudal, dibangun oleh produsen kapal Angkatan Laut Iran Nedaja dan diluncurkan pada tahun 2012.

Kapal ini disebut sebagai kapal perusak oleh media Iran, namun dengan berat sekitar 2.000 ton, kapal ini lebih mirip dengan kapal kelas korvet, sejenis kapal Angkatan Laut kecil.

Nama kapal ini diambil dari nama kapal lain yang ditenggelamkan oleh militer Amerika Serikat pada tahun 1988, dalam bentrokan seharian di Laut Arab. Bentrokan itu terjadi setelah penempatan ranjau laut Iran yang merusak kapal perang AS.

Karbi mengatakan kapal Sahand sekarang mungkin dipindahkan untuk diperbaiki.

Setelah peluncurannya, kapal tersebut, yang dapat membawa satu helikopter Bell, delapan rudal anti-kapal dan dua torpedo, berpatroli di perairan wilayah tersebut. Ia mengawal kapal-kapal berbendera Iran di teluk Aden dan Oman selama ketegangan meningkat dengan AS dan Israel.

Namun, Sahand baru melakukan pelayaran perdananya pada tahun 2019, setahun setelah berakhirnya perjanjian nuklir tahun 2015 oleh pemerintahan Donald Trump, yang mengizinkan inspeksi PBB terhadap situs-situs yang terkait dengan program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi Barat terhadap rezim tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Nyaris Telanjang, Ivana...
Nyaris Telanjang, Ivana Knoll Bikin Gempar Piala Dunia 2026
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Indonesia Perkuat Regenerasi...
Indonesia Perkuat Regenerasi Atlet demi Kuasai Panggung MMA Asia
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved