Penuntutan 2 Jenderal PLA Perlihatkan 'Penyakit' Serius di Militer China

Jum'at, 05 Juli 2024 - 15:29 WIB
loading...
A A A
Tuduhan semacam itu sungguh berat, yang menurut para pengamat, dapat berarti hukuman penjara seumur hidup bagi Jenderal Li—seorang insinyur kedirgantaraan China yang telah memimpin Pasukan Roket PLA yang sangat penting dan telah dipilih untuk jabatan pertahanan tertinggi oleh Presiden Xi sendiri.

Sebelumnya, Jenderal Li telah menghabiskan puluhan tahun di Divisi Peralatan yang mengurus pengadaan barang untuk PLA. Dia menghilang pada tahun 2023.


Gelombang Kejut di Militer China


Sementara itu, kejahatan Jenderal Wei dikatakan sangat serius, dengan dampak yang sangat merugikan dan kerusakan luar biasa, menurut temuan penyelidikan.

Jenderal Wei mengambil alih pimpinan Korps Artileri Kedua PLA pada 2012 dan terus memimpin bagian penting dari persenjataan nuklir China setelah direstrukturisasi sebagai Pasukan Roket pada 2015.

Dengan gaya khas CCP, dakwaan terhadap dua jenderal PLA bertele-tele tetapi samar. Menurut Xinhua, tindakan mereka telah gagal mendapatkan kepercayaan dari Komite Sentral CCP dan Komisi Militer Pusat, dan telah mencemari lingkungan politik militer, membawa kerusakan besar pada tujuan partai, pengembangan pertahanan nasional dan angkatan bersenjata, serta citra pejabat senior.

Pemecatan dua jenderal dan hilangnya mereka bertepatan dengan pemecatan sembilan jenderal lainnya dari Kongres Rakyat Nasional pada Desember 2023, termasuk komandan sebelumnya dan yang masih menjabat dari Pasukan Roket PLA dan Angkatan Udara, serta beberapa pejabat Komisi Militer Pusat di Departemen Pengembangan Peralatan. Pemecatan singkat mereka telah mengirimkan gelombang kejut di militer China.

Korupsi di militer China telah menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan PLA dalam mencapai tujuan militer dan mencapai target "peremajaan besar" seperti yang dibayangkan Presiden Xi.

Federasi Ilmuwan Amerika telah menyatakan dalam surat terbuka kepada Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin bahwa jika kelemahan ini benar, akan membahayakan operasi militer China dan menimbulkan kekhawatiran bahwa informasi pemerintah AS tentang persenjataan China mungkin tidak akurat atau dapat diandalkan. Namun, hingga saat ini militer AS tidak lengah dan tidak mengubah apa pun tentang kebijakan nuklirnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
375 Kg Emas Disita Terkait...
375 Kg Emas Disita Terkait Korupsi Wakil Menteri
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Kasus Febrie Adriansyah,...
Kasus Febrie Adriansyah, Pengamat: Sapu Kotor Tak Bisa Bersihkan Korupsi
China Segera Terapkan...
China Segera Terapkan UU Etnis Kontroversial, Bisa Incar Aktivis di Luar Negeri
Perang Meluas, Kelompok...
Perang Meluas, Kelompok Houthi Serang Arab Saudi
Rekomendasi
Keamanan Diperketat...
Keamanan Diperketat Jelang Duel Panas Inggris vs Argentina
Proyek Perpanjangan...
Proyek Perpanjangan 3 Peron Rampung, Stasiun Bogor Kini Bisa Layani 12 Rangkaian Kereta
KPU Kaji E-Voting, Partai...
KPU Kaji E-Voting, Partai Perindo Ingatkan Kesiapan Sistem Jadi Penentu
Berita Terkini
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved