Mohammad Khatami: 60% Rakyat Iran Abstain pada Pemilu Sinyal Kemarahan Mayoritas
Kamis, 04 Juli 2024 - 09:25 WIB
loading...
A
A
A
Para kandidat mempromosikan agenda yang sangat berbeda untuk menarik pemilih. Jalili menganjurkan kebijakan dalam dan luar negeri yang ketat, sementara Pezeshkian menyerukan lebih banyak kebebasan sosial dan politik.
Keduanya berjanji untuk menghidupkan kembali perekonomian Iran yang terpuruk akibat salah urus, korupsi, dan sanksi sejak tahun 2018 akibat program nuklir Iran.
Baca Juga: Tak Mau Tergantung AS, Arab Saudi Perkuat Industri Pertahanan Dalam Negeri
Pihak berwenang yang berkuasa mengupayakan jumlah pemilih yang tinggi untuk mempertahankan legitimasi di tengah tekanan Barat atas kemajuan nuklir Iran dan ketegangan regional seperti konflik Israel-Hamas.
Jumlah pemilih di Iran telah menurun, mencapai angka terendah yaitu 41% pada pemilu parlemen bulan Maret lalu. Pada tahun 2021, Raisi terpilih dengan jumlah pemilih 49% setelah mendiskualifikasi banyak kandidat berpengalaman.
Keduanya berjanji untuk menghidupkan kembali perekonomian Iran yang terpuruk akibat salah urus, korupsi, dan sanksi sejak tahun 2018 akibat program nuklir Iran.
Baca Juga: Tak Mau Tergantung AS, Arab Saudi Perkuat Industri Pertahanan Dalam Negeri
Pihak berwenang yang berkuasa mengupayakan jumlah pemilih yang tinggi untuk mempertahankan legitimasi di tengah tekanan Barat atas kemajuan nuklir Iran dan ketegangan regional seperti konflik Israel-Hamas.
Jumlah pemilih di Iran telah menurun, mencapai angka terendah yaitu 41% pada pemilu parlemen bulan Maret lalu. Pada tahun 2021, Raisi terpilih dengan jumlah pemilih 49% setelah mendiskualifikasi banyak kandidat berpengalaman.
Lihat Juga :