Lebih Buruk dari Abu Ghraib dan Guantanamo, Inilah Cara Israel Menyiksa Para Tahanan Palestina

Rabu, 03 Juli 2024 - 08:01 WIB
loading...
Lebih Buruk dari Abu...
Dr Muhammad Abu Salmiya setelah bebas dari penjara Israel. Foto/x
A A A
GAZA - Dalam apa yang disebut Kepala badan keamanan internal Shin Bet Israel, Ronen Bar, sebagai “krisis penahanan”, penjara dan pusat penahanan Israel secara kolektif menahan 21.000 warga Palestina.

Para tahanan ini telah menjadi sasaran berbagai metode penyiksaan brutal, dengan salah satu fasilitas penahanan dicap lebih buruk dari Abu Ghraib.

Dalam langkah yang memicu kontroversi dalam lembaga politik Israel, Direktur Rumah Sakit al-Shifa, Dr Muhammad Abu Salmiya, dibebaskan dari tahanan setelah ditahan tanpa tuduhan selama berbulan-bulan.

Setelah dibebaskan, Dr Salmiya berbicara kepada media tentang kenyataan mengerikan yang dihadapi para tahanan, dengan mencatat, “Para tahanan di penjara Israel mengalami berbagai jenis penyiksaan.”

“Tentara Israel memperlakukan para tahanan seolah-olah mereka adalah benda mati, dan dokter Israel menyerang kami secara fisik,” papar dia.

Dia juga menyatakan, “Tidak ada organisasi internasional yang diizinkan mengunjungi narapidana, mereka juga tidak diizinkan menemui pengacara, sementara para tahanan Palestina menjadi sasaran penyiksaan berat dan penyerangan hampir setiap hari di dalam penjara dan tidak diberikan perawatan medis."

Salah satu tempat di mana Dr Salmiya ditahan adalah fasilitas penahanan Sde Teiman yang terkenal, pusat penjara militer yang dibuat untuk menahan warga Palestina yang diculik dari Gaza tanpa tuduhan apa pun.

Menurut Pengacara Palestina, Khaled Mahajneh, yang baru-baru ini memberikan laporan langsung tentang kondisi yang dihadapi di kamp penahanan setelah diizinkan untuk dikunjungi, "Perlakuan yang diberikan lebih mengerikan daripada apa pun yang pernah kita dengar tentang Abu Ghraib dan Guantanamo."

Mahajneh mengatakan sekitar 4.000 tahanan dari Gaza, yang mulai menyebut Sde Teiman sebagai "kamp kematian" setelah 35 tahanan meninggal dalam "kondisi yang tidak diketahui", ditutup matanya dan dibelenggu terus-menerus, dipaksa tidur membungkuk di lantai.

Mandi selama satu menit setiap pekan adalah satu-satunya waktu belenggu dilepaskan, yang mulai ditolak oleh para narapidana karena melebihi satu menit mengakibatkan hukuman dan mereka tidak diberi jam tangan, atau pengatur waktu, dan "melampaui menit yang diberikan membuat narapidana menghadapi hukuman berat, termasuk berjam-jam di luar ruangan dalam cuaca panas atau hujan".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peretas Retas Perusahaan...
Peretas Retas Perusahaan Pertahanan Israel IMCO, Dokumen Rahasia Militer Israel Bocor
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
MUI Tegaskan Dukung...
MUI Tegaskan Dukung Kemerdekaan Palestina: Kita Menolak Terhadap Genosida dan Islamophobia
Menlu Indonesia dan...
Menlu Indonesia dan 7 Negara Islam Kecam Tindakan Provokatif Israel di Masjid Al-Aqsa
Iran Ngadu ke Rusia:...
Iran Ngadu ke Rusia: AS Ingkar Janji dan Jahat!
Rekomendasi
Kongres Umat Islam Indonesia...
Kongres Umat Islam Indonesia VIII Apresiasi Kinerja Mentan Amran Atasi Persoalan Pangan
Menakar Masa Depan di...
Menakar Masa Depan di Balik Dana Abadi Daerah
Guru Besar Ilmu Hukum...
Guru Besar Ilmu Hukum Tolak Ide Dedi Mulyadi soal Sayembara Tangkap Begal
Berita Terkini
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
Anak 6 Tahun Meninggal...
Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinfus Triliunan Virus
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
Negara NATO Tembak Jatuh...
Negara NATO Tembak Jatuh Drone dengan Jet Tempur F-16, Protes Keras Rusia
Pengemudi Mobil yang...
Pengemudi Mobil yang Tabraki Pawai LGBTQ Berlin Ditembak Mati, Namanya Abdul Ballout
AS Pertimbangkan Operasi...
AS Pertimbangkan Operasi Paling Canggih untuk Curi Stok Uranium Iran, Libatkan Ribuan Tentara
Infografis
Kucing Caracal Serang...
Kucing Caracal Serang Tentara Israel, Dipuji Lebih Membela Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved