alexametrics

Teheran Sebut Konfrontasi Iran-AS Adalah Perang Tekad

loading...
Teheran Sebut Konfrontasi Iran-AS Adalah Perang Tekad
Kepala staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Baqeri mengatakan, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran adalah perang tekad. Foto/Istimewa
A+ A-
TEHERAN - Kepala staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Baqeri mengatakan, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran adalah perang tekad. Dia mengatakan, musuh-musuh Iran akan mendapatkan respon yang menghancurkan jika tidak menghentikan aksinya.

"Konfrontasi antara Iran dan pemerintah jahat AS adalah arena untuk perang tekad," kata Baqeri dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir PressTV pada Kamis (23/5).

Dia menunjuk pertempuran selama perang Iran-Irak tahun 1980 hingga 1988, di mana Iran menang. "Hasil perang itu bisa menjadi pesan bahwa Iran akan memiliki respon keras, menghancurkan dan melenyapkan untuk musuhnya," ungkapnya.



Sementara itu, sebelumnya Komandan Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Moussavi mengatakan, AS mengejar kebijakan Iranophobia yang bertujuan memerah negara-negara Arab di kawasan itu.

"Insiden yang baru-baru ini terjadi di Uni Emirat Arab (UEA) dan Irak setelah AS memasuki kawasan itu tidak direncanakan sebelumnya dan mereka bertujuan untuk Iranophobia dan memerah negara-negara di kawasan itu," kata Moussavi.

Moussavi merujuk pada dua insiden yang terjadi di kawasan itu dalam kurun waktu sepekan terakhir. Insiden pertama adalah sabotase empat kapal tanker di perairan UEA, di mana AS menduga Iran berada di balik sabotase itu.

Insiden kedua adalah sebuah roket Katyusha, yang ditembakkan ke kawasan Zona Hijau Baghdad yang dekat dengan Kedutaan Besar AS di Baghdad. Serangan ini hanya berselang beberapa hari setelah Washington mengevakuasi para staf diplomatiknya dari Irak dengan alasan ada ancaman dari Iran.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak